Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tensi Geopolitik Sedikit Mereda, Harga Emas dan IHSG Kompak Naik

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi pergerakan harga. (Foto: istockphoto)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Bank Indonesia pada perdagangan kemarin tetap mempertahankan besaran bunga acuannya di level 4.75%.

Kebijakan tersebut mampu membuat mata uang Rupiah menguat terhadap US Dolar.

Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin mengatakan, kebijakan BI pada perdagangan kemarin setidaknya meredam tekanan US Dolar terhadap mata uang Rupiah. Pada perdagangan pagi ini, Rupiah kembali lanjutkan penguatan ke level 16.895 per US Dolar.

"Namun ada banyak sentimen negatif di pasar yang membuat Rupiah berpeluang alami tekanan kembali. Tensi geopolitik yang terus meningkat, mencuatnya isu perang dagang yang direspon dengan kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun, menjadi beban bagi kinerja mata uang Rupiah secara keseluruhan," ungkapnya, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga : Sejumlah Emiten Terkoreksi Imbas Pencabutan Izin, Harga Emas Dekati 4.900 per ons

Sementara itu, IHSG lanjut Gunawan, masih mampu menguat di sesi pembukaan perdagangan. IHSG sebelumnya sempat tertekan pada perdagangan kemarin setelah sejumlah perusahaan dicabut izin usahanya, dan memberikan dampak buruk langsung maupun tidak langsung terhadap sejumlah emiten di lantai bursa.

"Pada perdagangan pagi ini IHSG dibuka menguat di level 9.052, sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham di Asia yang justru alami penguatan pada sesi perdagangan pagi," jelasnya.

Baca Juga : Naik Lagi, Harga Emas Antam Hari Ini 21 Januari 2026 Cetak Rekor Baru Rp2.772.000 per Gram!

Menurut Gunawan, pelaku pasar saham sejauh ini masih dihantui isu perang dagang antara AS dengan Eropa, yang sebelumnya berakar dari rencana AS untuk menganeksasi Greenland. Meskipun belakangan ketegangan tersebut sedikit mereda dan menjadi angin segar bagi pasar keuangan dan komoditas.

Disisi lain harga emas dunia tercatat menyentuh level tertingginya $4.887 sebelum terkoreksi ke kisaran $4.785 per US Dolar pada sesi perdagangan Asia pagi ini.

"Harga emas sejauh ini ditransaksikan dikisaran harga 2.6 juta per gram. Emas tengah mengalami tekanan jual seiring dengan kenaikan harga emas yang cukup tajam pada pedagangan sebelumnya," pungkaanya. 

(Akb/nusantaraterkini.co)