Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tiba di Kairo, Delegasi Hamas Bahas Rencana Gencatan Senjata Baru

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 21 April 2025 ini menunjukkan tentara Israel yang beroperasi di Jalur Gaza. (Foto: Xinhua/Pasukan Pertahanan Israel)

Nusantaraterkini.co, KAIRODelegasi yang dipimpin oleh Kepala Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya, tiba di Kairo untuk membahas usulan baru Mesir terkait gencatan senjata jangka panjang dengan Israel di Jalur Gaza.

"Rencana Mesir mendokumentasikan gencatan senjata selama lima hingga tujuh tahun, pertukaran penuh sandera Israel dan tawanan Palestina, pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, serta penarikan penuh Israel dari daerah kantong tersebut," ungkap sumber Mesir kepada Xinhua pada Selasa (22/4/2025).

Lawatan utusan Hamas itu menyusul pulangnya delegasi Israel yang mengakhiri pembicaraan di Kairo pada Senin (21/4/2025) terkait proposal serupa yang disiapkan oleh Mesir dalam koordinasi dengan Qatar.

Baca Juga: Hamas: Serangan Israel di Gaza Bahayakan Nyawa Para Sandera

"Sementara Israel masih mengkaji usulan tersebut, Hamas telah menunjukkan persetujuan awal," imbuh sumber Mesir itu.

Pihak Israel mengajukan sejumlah persyaratan yang berkaitan dengan kategori sandera yang akan dibebaskan, mengutamakan individu berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS).

Delegasi Israel meninggalkan Kairo sambil membawa usulan itu untuk dikaji secara internal, sementara Hamas tiba untuk menggelar diskusi lanjutan dengan tim mediator Mesir, menurut sumber tersebut.

Baca Juga: Benjamin Netanyahu: Israel Terbuka untuk Berunding jika Hamas Lucuti Senjata dan Lepaskan Kendali Atas Gaza

Pembicaraan itu juga membahas isu pelucutan senjata yang kontroversial, ujaran sumber tersebut tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Selain itu, sumber dari Gaza mengonfirmasi kepada Xinhua terkait kunjungan tersebut. Pihaknya menyampaikan bahwa Israel mengupayakan kesepakatan yang akan melibatkan "penghentian sementara operasi militer" di Gaza dan masuknya bantuan kemanusiaan dengan ketidakseimbangan pembebasan beberapa tawanan Israel yang ditahan oleh Hamas.

Menangapi hal tersebut, Hamas mengajukan usulan balasan yang mengirimkan "pembebasan semua tawanan Israel dengan ketidakseimbangan menjanjikan konflik secara menyeluruh dan mengakhiri perang di Jalur Gaza sepenuhnya," menurut sumber tersebut. Usulan itu berulang kali ditolak oleh Israel, menurut sumber Mesir.

Sebelumnya, Israel mengakhiri gencatan senjata selama dua bulan dengan Hamas di Jalur Gaza pada 18 Maret dan melanjutkan kembali operasi udara dan darat yang mematikan, di tengah rencana yang didukung AS untuk merelokasi warga Gaza ke negara-negara tetangga, termasuk Mesir dan Yordania, usulan yang mendapatkan permohonan keras dari kedua negara.

Menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada hari Selasa, total 1.890 warga Palestina tewas sejak Israel melanjutkan kembali serangannya pada 18 Maret, menambah jumlah warga Palestina yang terbunuh sejak konflik itu dimulai pada Oktober 2023 menjadi 51.266 jiwa, dengan 116.991 orang lainnya mengalami luka-luka.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua