Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

TNI Diserang di Lebanon, DPR Desak PBB Investigasi Tegas dan Bertindak Tegas

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Rizki Aulia Rahman Natakusumah disela-sela wawancara. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengecam keras serangan terhadap tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Ia menilai insiden tersebut bukan sekadar pelanggaran, melainkan tamparan serius terhadap kredibilitas hukum humaniter internasional dan otoritas Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga : Deng Ical Kecam Serangan Israel di Beirut, Desak RI Tegas di Forum Internasional

“Serangan terhadap pasukan perdamaian tidak bisa ditoleransi dalam kondisi apa pun. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap mandat internasional yang mereka emban,” tegasnya, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga : Menlu Sugiono: 3 Prajurit TNI Terluka di Lebanon Masih Diselidiki, RI Desak Investigasi dan Jaminan Keamanan

Politisi Partai Demokrat itu menekankan, kehadiran pasukan Indonesia di Lebanon bukan untuk terlibat dalam konflik bersenjata, melainkan menjalankan misi kemanusiaan menjaga stabilitas dan melindungi warga sipil. 

Karena itu, menurutnya, serangan tersebut mencerminkan kegagalan sistem keamanan internasional dalam menjamin perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian.

Baca Juga : Upacara Haru di Beirut, UNIFIL Kenang Pengorbanan Kopral TNI Rico Pramudia

Ia juga mengingatkan bahwa prajurit TNI yang bertugas di bawah bendera PBB menjalankan amanat konstitusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. 

Baca Juga : Gugur dalam Misi PBB, Pengamat: Praka Rico Layak Terima Kenaikan Pangkat Anumerta

“Mereka berada di garis depan demi mencegah jatuhnya korban sipil. Ketika mereka justru menjadi target, ini menunjukkan adanya masalah serius dalam mekanisme perlindungan yang seharusnya dijamin oleh PBB,” ujar Ketua BURT DPR ini.

Lebih jauh, Rizki mendesak Dewan Keamanan PBB untuk tidak berhenti pada pernyataan normatif. Ia menuntut langkah konkret berupa investigasi independen, transparan, dan akuntabel, serta tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga : DPR Sambut Gencatan Senjata AS–Iran, Dorong Pemerintah Wujudkan Perdamaian Permanen

“Dunia internasional tidak butuh sekadar kecaman. Yang dibutuhkan adalah ketegasan. Jika serangan terhadap pasukan perdamaian terus dibiarkan tanpa konsekuensi, maka legitimasi misi perdamaian itu sendiri akan runtuh,” kritik legislator dapil Banten I ini.

Di sisi lain, Rizki juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Namun, ia menegaskan bahwa empati saja tidak cukup tanpa diikuti langkah nyata untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

(LS/Nusantaraterkini.co)