Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

TNI Kebut Pembukaan Jalan Desa Terisolir di Tukka Tapteng Sebelum Ramadan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Komandan Detasemen Zibang Kodam 1 Bukit Barisan Mayor Czi Johan Sianturi (kiri) memberikan penjelasan. (Foto: dok nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Prajurit TNI terus bekerja keras untuk membuka akses jalan ke sejumlah desa terisolir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Utara yang masih terisolir hingga saat ini.

Hal ini dikatakan Komandan Detasemen Zibang Kodam I Bukit Barisan, Mayor Czi Johan Sianturi di Hutanabolon, Jumat (30/1/2026). 

Baca Juga : HUT ke-74 Kopassus: KAI Sumut Beri Diskon Tiket hingga 50% untuk Anggota TNI

"Ada 13 titik longsor dan membangun enam jembatan untuk menghidupkan akses dari Desa Hutanabolon ke Desa Sigiring-Giring yang masih terputus saat ini," katanya. 

Baca Juga : Kunker ke Kodim 0212/Tapsel, Danrem 023/KS : Jaga Nama Baik Kesatuan dan Keluarga

Selain Desa Sigiring-Giring, jelasnya, akses ini juga menghubungkan dengan Desa Sait Kalangan II dan Desa Sayur Manggita yang terisolir.

Tak hanya itu, sambungnya, ada enam jembatan yang dibangun baru dan sisanya jembatan permanen yang diperbaiki di lokasi ini.

Baca Juga : Rico Waas Hadiri Silaturahmi Menko Polkam, Bahas Kondisi Sosial Sumut

“Untuk enam jembatan saat ini kami mengerjakan jembatan keempat,” kata dia.

Baca Juga : TNI Amankan 6 Excavator dan 6 Pekerja Tambang dari Dua Kecamatan di Mandailing Natal

Lebih lanjut, Johan mengatakan, ada 100 personel yang bekerja untuk membuka akses jalan, sehingga dapat dilalui kendaraan.

Pihaknya menargetkan jalur yang menghubungkan Desa Hutanabolon dengan Desa Sigiring-Giring dapat selesai sebelum bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Baca Juga : Oktavia Pasaribu Keluhkan Berkas Kematian Ibunya Tidak Ditemukan di Dinas Sosial

Dalam pengerjaan, tuturnya, pihaknya juga menurunkan tiga unit alat berat untuk membuka jalan dan memperbaiki jalur yang tertimbun batu dan material longsor.

Baca Juga : Famoni Gulo Prapid Polres Tapteng dan Polda Sumut, Soroti Mandeknya Kasus Pengeroyokan

“Tantangan saat ini adalah cuaca hujan yang kerap terjadi di sore hari sehingga pekerjaan harus dihentikan terlebih dahulu,” tandasnya.

(*/nusantaraterkini.co)