Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tradisi Lepas Burung Pipit Warnai Imlek di Palembang, jadi Berkah Bagi Pedagang

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Ribuan burung pipit ludes terjual di kawasan Kelenteng Dewi Kwan In, 10 Ulu, Palembang, pada perayaan Imlek 2026 seiring meningkatnya permintaan umat untuk menjalani tradisi buang sial atau pembebasan makhluk hidup (Fang Sheng).

Salah seorang pedagang burung musiman, Sayuti menyampaikan jika dirinya mampu menjual hingga ribuan ekor burung selama momentum Imlek tahun ini.

Baca Juga : Imlek di Glodok, Rezeki Juru Parkir Ikut Ngalir

Puncak keramaian terjadi sejak Senin malam, hingga Selasa pagi saat umat mulai berdatangan untuk sembahyang.

Baca Juga : Tinjau Klenteng Jelang Imlek, Polda Sumsel Pastikan Pengamanan dan Perayaan Kondusif

"Kalau penjualan burung selama Imlek tahun ini sekitar 5.000 burung laku. Harganya bervariasi, satu wadah ada yang isinya 30, 60, hingga 200 ekor. Per ekornya sekitar Rp2.000," ujar Sayuti saat ditemui di lapaknya, Selasa (17/2/2026).

Pria yang sudah berjualan burung di setiap momen Imlek sejak tahun 1990-an ini mengatakan jika burung-burung yang dibeli warga tersebut nantinya dilepaskan kembali sebagai bagian dari nazar atau ritual pembebasan.

Baca Juga : Harmoni Imlek 2026, Tokoh Tionghoa Medan Silaturahmi Lintas Agama

"Filosofinya ini katanya untuk buang sial, atau juga ada yang punya nazar. Intinya pembebasan lah,” katanya.

Baca Juga : Kapolres Pematangsiantar Pimpin Pengamanan Perayaan Imlek 2577: Pastikan Situasi Aman dan Kondusif

Sementara itu, Nurma, salah satu umat yang bersembahyang di Kelenteng Dewi Kwan In menjelaskan tradisi ini dipercaya membawa filosofi mendalam bagi mereka yang merayakan.

Selain melepas burung, ia juga melakukan tradisi membakar uang kertas sebagai simbol permohonan kesejahteraan.

Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban

"Pelepasan burung pipit ini merupakan simbol permohonan panjang umur dan sehat selalu. Kalau uang yang dibakar itu untuk kesejahteraan," jelasnya.

Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng 

Ia berharap perayaan Imlek tahun ini dapat membawa keberkahan serta pemulihan ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

"Harapannya ekonomi membaik dan perputaran ekonomi berjalan jauh lebih baik dari tahun kemarin," ucapnya. 

Selain itu, perayaan imlek juga menjadi berkah bagi pedagang bunga. Karena, bunga juga dijadikan salah satu persembahan yang memiliki filosofi kesuksesan.

Salah satu pedagang bunga, Mirna mengaku jika dirinya menjual bunga mulai dari Rp5.000 hingga Rp7.000 per tangkai.

“Ini sudah hari keempat saya jualan bunga, dan sudah ribuan ya yang laku. Ini saja sudah 3000 tangkai yang datang dari suplayer di Bandung selama 4 hari ini,” pungkasnya.

 (Tia/Nusantaraterkini.co)