Nusantaraterkini.co, MEDAN - Menjelang bulan suci Ramadan, aktivitas penjualan bunga untuk kebutuhan ziarah kubur mulai meningkat di sejumlah titik di Medan.
Para pedagang bunga musiman maupun tetap, mengaku merasakan lonjakan pembeli dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga : Arab Saudi Pantau Hilal 18 Maret, Penentuan Idul Fitri 1447 H Menunggu Hasil Rukyat
Salah seorang pedagang bunga di kawasan TPU Sei Batu Gingging, Siti (45) mengatakan, penjualan mulai meningkat sejak sepekan terakhir.
Baca Juga : Berbagi di Bulan Ramadan, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Berikan Tali Asih ke Rumah Yatim Riyadhil Jannah
“Biasanya sehari paling laku 10 sampai 15 bungkus. Sekarang bisa sampai 20 bungkus lebih. Mungkin karena sudah dekat Ramadan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Siti mengatakan, menjual bunga tabur campuran mawar, melati, dan kenanga dengan harga bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per bungkus, tergantung ukuran dan jenis bunga.
Baca Juga : Jelang Ramadan, Peziarah Padati TPU Puncak Sekuning Palembang hingga Picu Kemacetan
Menurutnya, sebagian pasokan bunga didatangkan dari luar kota untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
Baca Juga : Tradisi Ziarah Jelang Ramadan 1447 H, Warga Medan Ramaikan TPU Sei Batu Gingging
Pedagang lainnya, Rahman (38) mengaku, momen jelang Ramadan menjadi salah satu periode paling ramai selain menjelang Idulfitri.
“Alhamdulillah, setiap tahun pasti ada peningkatan. Banyak warga datang pagi sampai sore untuk ziarah,” katanya.
Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban
Para pedagang berharap tren peningkatan penjualan ini terus berlanjut hingga sehari sebelum Ramadan. Mereka juga berharap cuaca mendukung agar aktivitas jual beli dan ziarah berjalan lancar.
Baca Juga : Hadiri Perayaan Waisak, Rico Waas Tekankan Komitmen Medan yang Inklusif dan Harmonis
Sementara itu, satu di antara peziarah, Debby Afrilia Sembiring mengatakan, ia datang mengunjungi makam ibunya. Aktivitas ini memang rutin ia lakukan menjelang Ramadan.
"Kami rutin ziarah sebelum Ramadan. Selain membersihkan makam, juga mendoakan orangtua agar tenang di sana,” ujar Debby, warga Gaperta.
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan religius masyarakat Medan, sekaligus membawa berkah tersendiri bagi para pedagang bunga musiman.
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan memang menjadi kebiasaan masyarakat sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada anggota keluarga yang telah wafat.
(Cw2/Nusantaraterkini.co)
