Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jelang Ramadan, Peziarah Padati TPU Puncak Sekuning Palembang hingga Picu Kemacetan

Editor :  hendra
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Keluarga yang sedang melakukan ziarah di TPU Puncak Sekuning, Senin (16/2/2026). (Foto: Tia/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Ratusan peziarah memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) Puncak Sekuning, Palembang pada, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 16.35 WIB.

Dari pantauan Nusantaraterkini.co, menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1447 H, padatnya peziarah yang datang dari pagi hingga petang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di sekitar area pemakaman akibat keterbatasan lahan parkir.

Namun, lonjakan pengunjung ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga lokal, terutama para pedagang bunga musiman dan penyedia jasa pembersih makam. 

Baca Juga : Satu Korban Laka Maut Bus ALS Terancam Amputasi Jari

Salah seorang pedagang bunga, Eti (21) mengaku jika penjualan bunga mulai meroket sejak tiga hari sebelum memasuki bulan puasa. Dirinya mengaku telah menjual ribuan kantong per hari.

“Kalau menjelang puasa Alhamdulillah ramai. Dalam satu hari bisa habis lebih dari 5.000 kantong, kadang lebih, tergantung pengunjung,” ujar Eti saat ditemui di lapaknya di area TPU Puncak Sekuning.

Eti yang meneruskan usaha keluarga sejak tahun 1971 ini, menjual bunga dengan harga Rp3.500 atau 3 kantong Rp10.000 saja.

Baca Juga : Hanya Tersisa Puing, Korban Kebakaran 1 Ilir Harapkan Bantuan Pemerintah

Menurutnya, kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan masa pandemi COVID-19 yang sempat membuat pendapatan pedagang anjlok hingga separuhnya.

Ia mengatakan sebelum menjualnya di area pemakaman, ia mengambil beberapa jenis bunga tersebut dari pemasok.

“Kami ngambil dari pemasok, sama seperti pedagang lain. Satu kantong Rp20.000, nah setelah itu nanti macam-macam bunganya kami campur sendiri dan baru dijual,” katanya.

Berkah serupa juga dirasakan oleh para tukang bersih makam yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup di area pemakaman tersebut.

Salah satu tukang kebersihan makam, Sri (63) menyebutkan bahwa meskipun bayaran yang diterima bersifat sukarela, momentum menjelang Ramadan selalu mendatangkan lebih banyak berkah dari peziarah.

“Kalau bayaran tidak tentu, mereka bayar seikhlasnya saja. Tapi ada juga yang bulanan, paling Rp100 ribu sebulan. Kalau hari biasa sepi, hanya mengerjakan yang langganan bulanan saja,” ungkapnya.

Fenomena ziarah kubur tahunan ini terus menjadi penggerak ekonomi mikro bagi masyarakat di sekitar TPU Puncak Sekuning.

Meski demikian, kepadatan yang terus berulang setiap tahunnya diharapkan dapat diantisipasi oleh pihak terkait terutama dalam pengaturan kantong parkir agar tidak mengganggu akses jalan umum di sekitar lokasi. 

(Tia/Nusantaraterkini.co).