Nusantaraterkini.co, MEDAN - Puluhan massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menggelar unjuk rasa di depan kantor Walikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Kecamatan Medan Petisah, pada Rabu (3/9/2025).
Dalam aksinya, mereka menuntut pemerintah segera menyelesaikan sejumlah persoalan yang dianggap tidak selesai.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Medan, Farhan Abror mengatakan, jika pihaknya membawa sebanyak tujuh tuntutan.
Baca Juga : Remaja Korban Kerusuhan Unjuk Rasa Jalani Operasi di RSU Haji
Di antaranya persoalan kehadiran tempat hiburan malam hingga masalah penanganan banjir serta korupsi lingkungan.
“Kami mendesak pemerintah kota Medan untuk segera menutup tempat hiburan malam yang ilegal,” ucap Farhan saat diwawancarai di lokasi.
Dalam unjuk rasa yang digelar, massa meminta perwakilan pemerintahan kota untuk menemui mereka. Namun, selama satu jam penuh berorasi tidak ada pihak pemerintahan yang mau menemui mereka.
Kemudian, massa aksi menilai jika kondisi tersebut merupakan sikap pengecut pemerintah kota.
Baca Juga : Ratusan Mahasiswa Cipayung Plus Madina Teriakkan DPR: Dewan Penipu Rakyat!
“Kami sangat kecewa dan sangat menyayangkan sikap pemerintah kali ini. Padahal hari ini masih jam kerja. Kami sangat kecewa,” ujarnya.
Amatan Nusantaraterkini.co, massa tiba di lokasi sekitar pukul 14.40 WIB. Selain dari spanduk yang dibawa mereka mereka tiba dengan mengenakan atribut-atribut organisasi.
Unjuk rasa hanya berlangsung sekitar satu jam saja. Setelah tidak ditemui oleh pihak pemerintahan, massa kemudian melanjutkan aksi di depan Gedung DPRD Kota Medan dengan tuntutan yang berbeda.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
