Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Viral Konten Kreator Aleh Ribut dengan Keluarga Pasien, Direktur RSUD Pirngadi Angkat Bicara

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Medan, Suhartono membesuk pasien di ruang ICU, Sabtu (5/4/2025). (Foto: dok ist)

Nusantaraterkini.co, MEDAN — Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Medan, Suhartono memberikan klarifikasi terkait insiden yang melibatkan konten kreator Aleh Aleh khas Medan dengan keluarga pasien yang viral di media sosial.

Diketahui, kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (4/4/2205) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Menurut Suhartono, Aleh bersama tim datang ke RSUD dr Pirngadi dengan tujuan untuk menemui pasien tanpa identitas yang terlibat dalam kecelakaan pada 1 April 2025 lalu. Mereka mengaku ada keluarga yang ingin bertemu dengan pasien tersebut.

Setelah memperoleh informasi dari petugas registrasi bahwa pasien dirawat di ruang ICU, mereka mencoba masuk ke ruangan untuk merekam secara langsung.

"Namun, saat tim kreator mencoba masuk, mereka ditolak oleh petugas ICU karena kehadiran mereka jam setengah 12 malam tersebut dapat mengganggu ketenangan pasien yang sedang dirawat di ruang intensif," terang Suhartono dalam keterangannya, Sabtu (4/5/2025). 

Baca Juga: Viral Selebgram Aleh Terlibat Keributan di IGD Pringadi, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Meskipun sudah diingatkan untuk datang keesokan harinya, tim Aleh tetap memaksa untuk melakukan perekaman, bahkan dengan kamera yang sudah dalam posisi live. Keadaan ini memicu ketegangan hingga petugas mengancam untuk memanggil polisi.

Setelah gagal masuk ke ruang ICU, Aleh dan timnya beralih ke halaman IGD, di mana keributan kembali terjadi. Akibatnya, beberapa keluarga pasien lain yang sedang berobat merasa terganggu dan melampiaskan kemarahan mereka, yang kemudian memicu insiden viral tersebut.

Suhartono menyatakan, RSUD dr Pirngadi Medan menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan di lingkungan rumah sakit. 

"Kami mengingatkan para konten kreator untuk menghormati jam kunjungan dan memahami bahwa ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dipublikasikan demi menjaga kerahasiaan pasien," ujarnya. 

Pihak rumah sakit juga mengingatkan bahwa ada peraturan yang melarang perekaman di dalam rumah sakit tanpa izin yang sesuai.

Lebih lanjut, Suhartono menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak Humas rumah sakit sebelum melakukan kunjungan agar dapat diberikan pendampingan yang sesuai dan tidak melanggar peraturan yang ada. 

"Kami berharap suasana di rumah sakit ini dapat tetap tenang dan nyaman untuk pasien serta keluarga yang sedang berobat," tambahnya.

Terkait pasien yang menjadi sorotan, Suhartono mengonfirmasi bahwa pasien tersebut masih dirawat di ruang ICU dalam kondisi yang cukup stabil. 

"Pasien tersebut masih ada di ruang intensif dan kondisinya baik. Kami akan terus berupaya untuk mengidentifikasi keluarga pasien melalui Dinas Dukcapil, dan jika ada yang merasa itu adalah keluarganya, kami siap melayani mereka dengan baik," ungkapnya.

Baca Juga: Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Mulai Berkantor di Pirngadi

Pihak RSUD dr Pirngadi juga membantah informasi yang beredar bahwa pasien telah dipindahkan atau tidak dirawat lagi di ICU. 

"Itu tidak benar. Kami tetap memberikan pelayanan terbaik tanpa memandang latar belakang pasien, dan semua biaya perawatan ditanggung oleh Pemko Medan jika tidak ada keluarga yang datang," tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Suhartono mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban di rumah sakit. 

"Kami akan terus bekerja untuk melayani masyarakat Kota Medan dengan sepenuh hati, sesuai dengan instruksi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan," tutupnya.

(Akb/Nusantaraterkini.co)