Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Rony Samtana yakin bahwa event bertaraf internasinal, Trail of The Kings (ToTK) zero edition yang digelar di Samosir sejak Jumat (3/5/2024) hingga Minggu (5/5/2024).
Pada, Sabtu (4/5/2024), lombar lari untuk jarak 27 kilometer dan 50 kilometer berlangsung nyaman dan aman.
Baca Juga : Wakapolda Sumut Tinjau Stasiun Medan: Pastikan Mudik Lebaran 2026 Aman & Nyaman
Tidak ada terlihat peserta lomba alami cedera.
Dan, pada hari ini, Minggu (5/5/2024), lomba berlanjut dengan jarak tempuh 5 kilometer dan 10 kilometer.
Ini termasuk kategori fun run. Walaupun demikian, ratusan peserta hadir dalam kegiatan tersebut yang berlangsung sejak pukul 06.00 WIB di Waterfront City Pangururan.
Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban
Ia juga menjelaskan event tersebut diikuti oleh 12 negara dan menjajal kawasan Samosir yang dipenuhi dengan desa wisata.
Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng
Selain itu, kawasan Samosir juga dikenal dengan unsur kebudayaan yang mampu memikat hati pengunjung.
"Samosir telah meyelenggarakan event yang sangat luar biasa ini. Event ini kami yakini bisa mengangkat ekonomi rakyat di Samosir," jelasnya.
Baca Juga : Ribuan Pelari Taklukkan Medan dalam Gelaran Nusantara Run 2025, Rute Baru Sorot Eksotisme Kota
Selain memperlihatkan geliat sport tourism, ia juga menyampaikan bahwa Indonesia khususnya Samosir layak menyelenggarakan event berskala internasional.
Baca Juga : VIDEO Sekda Pemprov Sumut Flag Off Trail Of The King Kategori 60K di Tepi Danau Toba
"Termasuk juga memberikan kesegaran serta menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia layak menyelenggarakan event olahraga bertaraf internasional," ungkapnya.
Respon positif dari peserta meyakinkan dirinya bahwa pengamanan yang dilakukan stakeholder terkait khususnya pihak kepolisian mampu memberikan rasa nyaman bagi pengunjung dan peserta.
"Jadi selamat dan terima kasih. Dari sisi pengamanan, itu luar biasa. Hal itu terlihat dari respon positif dari peserta baik lokal, nasional, dan luar negeri," sambungnya.
"Maka itu saya katakan sebagai bukti bahwa Indonesia dapat menyelenggarakan event berkelas dunia seperti ini," sambungnya.
"Sudah saatnya kita Sumatera Utara ini naik kelas, kelas dunia," tuturnya.
Jumlah personil yang diterjunkan pihak kepolisian pada kegiatan tersebut sekitar 300-an personil.
"Untuk personil yang diturunkan ada sekitar 300-an," tuturnya.
Ia mengaku kegiatan yang pertamakali berlangsung di Samosir ini luar biasa.
Terlihat dari antusias peserta dan warga yang setia menyaksikan perlombaan sejak pagi hari hingga peserta melewati garis finish.
Dengan demikian, ia berharap seluruh stakeholder terkait dapat bergandengan tangan guna terwujudnya sport tourism di kawasan Danau Toba.
"Menurut kami ini sangat luar biasa. Sehingga kami katakan tadi, seluruh stakeholder saling mendukung; masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta ini harus bergandengan tangan dan bersinergi," terang Wakapoldasu Brigjen Pol Rony Samtana, Minggu (5/5/2024).
"Semua stakeholder bersinergi untuk mewujudkan kegiatan yang luar biasa ini di tahun depan. Kita berharap, tahun depan lebih wow lagi," sambungnya.
Ia juga berharap tahun depan, peserta dan pengunjung lebih banyak dari tahun ini.
"Kita juga berharap, kedepannya dapat mengundang lebih banyak lagi orang dari luar. Sehingga, kita yakin bahwa Indonesia sanggup menyelenggarakan event bertaraf internasional," sambungnya.
Tidak hanya melihat event berlangsung, ia juga bersama dengan peserta lain menikmati lari di pagi hari. Ia mengambil nomor 10 kilometer.
"Kita yakin bahwa kita bisa naik kelas bidang sport tourism, berkelas dunia," pungkasnya.
(Fad/Nusantaraterkini.co)
