Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Warga Sipil Bisa Ikut Misi ke Gaza, Komisi I DPR: Bukan Hanya Urusan Militer

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Rizki Natakusumah. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Rizki Natakusumah menilai penyelesaian konflik di Gaza bukan hanya urusan militer semata.

Hal ini disampaikannya menanggapi perihal Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan warga sipil berpeluang bergabung dengan pasukan perdamaian untuk membantu warga Palestina di Gaza.

Baca Juga : Sartono Hutomo Salurkan Bantuan Infrastruktur dan Dukung Penguatan UMKM

"Perang, di mana pun itu terjadi, merupakan hal yang sangat rumit dan melibatkan multidimensi kehidupan masyarakat yang terdampak. Jadi bukan hanya urusan militer saja. Profesi lain seperti polisi, dokter, hingga arsitek pasti diperlukan pada sebuah misi pemulihan sosial pascaperang," katanya, Senin (17/6/2024).

Baca Juga : DPR Soroti Permintaan Footage Gratis dari Kreator, Nilai Tak Etis dan Bebani Sineas

Rizki mengatakan, para pemimpin TNI sudah memperhitungkan multi dimensional perang tersebut. Sehingga, kata dia, memang beberapa profesi sipil diperlukan jika nantinya Indonesia diberikan izin untuk menurunkan pasukan penjaga perdamaian ke Palestina.

"Saudara-saudara kita di Palestina sudah menderita sangat lama, sehingga kerusakan yang terjadi bukan hanya fisik, tapi juga psikologis. Sisi kemanusiaan yang tidak kasat mata seperti inilah yang perlu menjadi perhatian seluruh negara di dunia, bukan cuman hanya Indonesia," ucapnya.

Baca Juga : Wali Kota Kiryat Shmona Sebut Pemerintahan Netanyahu Gagal Lindungi Warga

Perihal peluang warga sipil bisa ikut misi perdamaian ke Gaza, Rizki meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) mempersiapkan secara maksimal. Nantinya, para warga sipil yang dikirim harus dibekali kemampuan yang mumpuni untuk bertugas di medan perang.

Baca Juga : Kamboja: Tentara Thailand Tembaki Warga Sipil, Lima Orang Terluka

"Adapun mengenai pelaksanaan operasi pemulihan pasca perang di Palestina yang melibatkan profesional sipil dari WNI, kami meminta agar Kemlu mempersiapkan ini secara saksama dan hati-hati. Para WNI yang kelak dikirim ke Palestina harus sudah dibekali secara lengkap sehingga mereka siap bertugas di medan berbahaya," tandasnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Cegah 'Gaza Kedua' di Lebanon, Spanyol Desak Uni Eropa Tangguhkan Kerja Sama dengan Israel