Nusantaraterkini.co, MEDAN - wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, Sumatera Utara (Sumut) diguncang gempa tektonik, Sabtu (20/7/2024) pukul 19.05 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo (M) 5,4.
Baca Juga : Gunung Sorik Marapi Waspada, Warga Dilarang Mendekat Radius 1,5 Kilometer
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyampaikan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,15° LU ; 96,51° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 139 Km arah Barat Daya Nias, pada kedalaman 10 km.
Baca Juga : Pascagempa M 7,6, DPR Minta Warga Pesisir Waspada Potensi Tsunami dan Gempa Susulan
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan di luar zona subduksi (outer rise zone)," ungkapnya.
Daryono menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun-geser (normal-oblique).
Baca Juga : Antisipasi El Nino, Firman Soebagyo Dorong Pengembangan Padi Gogo
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini berpotensi menimbulkan guncangan di daerah Sirombu, Nias Barat, Afulu, Lahewa, Nias Utara dengan skala intensitas III MMI, yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah/terasa getaran seakan akan truk berlalu.
Baca Juga : Mitigasi El Nino 2026: BMKG dan Kemenhut Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," pungkasnya.
(zie/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Mahasiswa Madina di Yogyakarta Kritik Respons Bupati Soal Aksi di Pantai Barat
