Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sebanyak 11 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan telah mengalami bencana banjir dan longsor.
Dari data milik Polda Sumut, sedikitnya, 24 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa yang terjadi sejak tanggal 24-26 November 2025.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menyampaikan, dari 11 Kabupaten/Kota tersebut tercatat ada 86 kejadian bencana alam.
"Dari jumlah itu, tanah longsor ada 59 kejadian, banjir 21 kejadian pohon jatuh 4 kejadian dan puting beliung 2 kejadian," katanya, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga : 27 Titik Banjir dan Longsor Terjadi di Taput: Jalinsum Sempat Tertutup, 98 Rumah Terdampak
Adapun, 11 Kabupaten/Kita tersebut, papar Ferry, meliputi Kabupaten Madina, Nisel, Pakpak Bharat, Sergai, Tapteng, Taput, Nias, Tapsel, Humbahas, Kota Padangsidimpuan dan Sibolga.
"Jumlah korban ada 72 orang, terdiri dari 24 orang meninggal, 37 luka ringan, 6 orang luka berat dan 5 orang masih dalam pencarian," jelasnya.
Untuk wilayah Polres Madina, terdapat 6 kejadian bencana alam meliputi longsor 1 kejadian, banjir 4 kejadian dan angin puting beliung 1 kejadian. Untuk korban jiwa dilaporkan nihil.
Kemudian untuk wilayah Polres Nias Selatan terdapat 1 bencana alam, meliputi pohon tumbang. Dalam peristiwa ini menyebabkan 1 orang meninggal dunia.
Berikutnya di Polres Pakpak Bharat terdapat 7 kejadian bencana longsor. Dalam peristiwa ini terdapat 2 orang korban meninggal dunia.
Selanjutnya di wilayah Polres Sergai terdapat 1 kejadian bencana angin puting beliung. Namun peristiwa ini tidak menyebabkan jatuhnya korban.
Baca Juga : Bencana Banjir dan Longsor Sumatera Barat: 13 Kabupaten/Kota Terdampak, Kerugian Sementara Capai Rp 5 Miliar
Untuk di wilayah Polres Tapanuli Tengah, tercatat ada 14 kejadian bencana alam, terdiri dari longsor 9 kejadian dan banjir 5 kejadian. Adapun jumlah korban jiwa mencapai 5 orang terdiri dari 4 meninggal dunia dan luka berat 1 orang.
Sementara di wilayah Polres Tapanuli Utara tercatat ada 5 kejadian bencana terdiri dari longsor 4 kejadian dan banjir 1 kejadian. Dalam peristiwa ini menyebabkan 1 orang luka ringan.
Selanjutnya untuk wilayah Polres Nias tercatat ada 2 kejadian bencana longsor. Dalam peristiwa ini dilaporkan tidak sampai menelan korban jiwa.
Peristiwa bencana terbanyak tercatat ada di wilayah Polres Tapanuli Selatan dengan 20 kejadian bencana yang meliputi banjir 7 kejadian, longsor 12 kejadian dan pohon tumbang 1 kejadian.
Untuk korban jiwa mencapai 49 orang terdiri dari 12 orang meninggal dunia, 34 luka ringan, 3 orang luka berat, serta 1 orang belum ditemukan.
Sedangkan untuk di wilayah Polres Sibolga terdapat 6 kejadian bencana tanah longsor. Adapun korban jiwa mencapai 12 orang meliputi 5 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka dan 4 orang belum ditemukan.
Baca Juga : Kondisi Terkini Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah
Berikutnya di wilayah Polres Padangsidimpuan tercatat ada 6 kejadian bencana, meliputi banjir 3 kejadian, longsor 1 kejadian dan pohon tumbang 2 kejadian. Adapun korban jiwa nihil.
Terakhir di wilayah Polres Humbahas tercatat ada 18 kejadian yang meliputi banjir 1 kejadian dan longsor 17 kejadian. Adapun untuk korban jiwa nihil.
Saat ini, tambah Ferry, ratusan personel kepolisian telah dikerahkan ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan lainnya.
Untuk itu kepada masyarakat yang berada di seputaran lokasi bencana agar selalu waspada, mengingat curah hujan masih sangat tinggi.
(zie/Nusantaraterkini.co)
