Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bupati Tapteng Terjebak Dua Hari di Taput Akibat Longsor di Adian Koting

Editor :  hendra
Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bupati Tapteng Masinton saat memantau lokasi longsor di Desa Lobu Pining, Kecamatan Adiankoting, Rabu (26/11/2025). (Montase Nusantaraterkini.co)

nusantaraterkini.co, TAPUT - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, terjebak selama dua hari di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) sejak Selasa (25/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025).

Hal tersebut terjadi karena rangakaian longsor menutup total jalur utama penghubung Tarutung–Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Ia beserta rombongan, saat ini, tertahan di Desa Lobu Pining, Kecamatan Adian koting, ketika sedang dalam perjalanan kembali ke Tapteng usai tugas dinas di Medan.

Baca Juga : Masinton Pasaribu Irit Bicara saat Ditanya Persentase Penanganan Bencana di Tapteng

Rombongan yang terdiri dari lima kendaraan awalnya masih bisa melewati tiga titik longsor. Namun, pada titik keempat, material tanah dan batu yang menimbun badan jalan membuat mereka tak bisa bergerak maju maupun mundur. Empat kendaraan berhasil memutar arah, sementara mobil yang ditumpangi Masinton tidak sempat berbalik dan harus ditinggalkan.

“Kami tidak bisa melanjutkan perjalanan. Longsor terjadi di puluhan titik, membuat akses masuk dan keluar dari Tapteng lumpuh total,” kata Masinton, Rabu (26/11/2025), di lokasi ia tertahan.

Diketahui, cuaca ekstrem yang berlangsung sejak Minggu memicu runtuhan tanah di sepanjang ruas Jalan Lintas Sumatra yang menghubungkan Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah. Material longsor menutup badan jalan pada sejumlah lokasi, sebagian di antaranya cukup parah hingga tak dapat dilalui kendaraan sama sekali.

Baca Juga : Bakhtiar Sibarani Tantang Masinton Pasaribu Debat Soal Proyek Kantor Bupati

Masinton mengatakan bahwa rombongannya sempat mencoba menembus jalur itu pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB.

“Beberapa titik masih bisa dibersihkan secara manual sehingga kami bisa lewat. Namun pada titik keempat, kondisinya sudah tidak memungkinkan,” ujarnya.

Ketika ditinjau kembali pada Rabu pagi, mobil dinas yang ia tinggalkan sudah bergeser dari posisi awal dan mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.

Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng 

Sejumlah alat berat milik pemerintah daerah dan BPBD kini dikerahkan untuk membuka akses. Namun, pembersihan diperkirakan memakan waktu karena material longsor menimbun badan jalan di banyak titik dengan ketinggian bervariasi.

“Kami masih bertahan di sini sambil menunggu proses pembersihan selesai. Harapannya, jalur bisa segera dibuka sehingga arus transportasi antara Taput dan Tapteng kembali normal,” kata Masinton.

Hingga berita ini diturunkan, akses Tarutung-Sibolga belum dapat dilalui kendaraan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat menunda perjalanan menuju kawasan tersebut sampai situasi dinyatakan aman.

Baca Juga : Momen Langka! Ketua DPRD dan Bupati Tapteng Duduk Berdampingan di Acara Paskah GAMKI

(Cw7/Nuusantaraterkini.co)