Nusantaraterkini.co, MEDAN - Edward Manurung (64), Ayah dari tersangka penganiayaan Personel TNI, Prada Delfiadi, menceritakan sejumlah orang mengeroyok anaknya hingga sekarat. Hal tersebut disampaikan di kediaman Edward pada, Minggu (7/8/2024).
Edward mengatakan, jika Doli juga mengalami pengeroyokan di rumahnya yang berada di Jalan Orde Baru, Kecamatan Medan Barat, sekitar pukul 10.00 WIB, pada Minggu (4/8/2024).
Baca Juga : Kepergok Petik Kopi di Kebun Warga, Pria di OKU Selatan Tewas Diamuk Massa
"Saya kebetulan tidak di rumah. Ibunya yang datang ke saya nangis, katanya Doli diculik oleh segerombolan oknum. Tapi kita tidak tahu karena tidak jelas oknumnya," katanya kepada Nusantaraterkini.co pada Rabu, (7/8/2024).
Baca Juga : Cekcok Uang Upah Panen Kopi, Remaja di OKU Selatan Nekat Tusuk Rekan Kerja Hingga Tewas
Setelah itu, Edward segera menuju lokasi kejadian untuk, memastikan kejadian tersebut. Saat tiba dirinya mendapati jika Doli tidak lagi berada di lokasi.
"Kata orang yang melihat itu, anak saya dibawa sejumlah orang berpakaian hitam, mereka sekitar 30 orang dan, lima unit mobil," sebutnya.
Baca Juga : Panglima TNI Tambah Pasukan untuk Percepat Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera
Saat yang bersamaan, Edward diberitahu oleh beberapa warga, jika identitas sejumlah orang tersebut adalah Brimob. Setelahnya, Edward menuju ke Brimob.
"Saya cek ke Brimob rupanya nggak ada Doli di sana, cek ke Polsek Medan Baru dan Medan Barat nggak ada juga, cek ke Polrestabes juga nggak ada," sambungnya.
Selanjutnya, Edward berupaya mencari tahu keberadaan anaknya, melalui sejumlah rekannya, namun belum mendapatkan informasi. Usahanya tersebut menemukan hasil, setelah mendapatkan berita terkait kejadian tersebut.
Baca Juga : Polda Sumsel Ungkap Peredaran Etomidate Senilai Rp525 Juta di Banyuasin, Dua Tersangka Diringkus
"Tidak lama dapat berita, kalau tadi malam ada kejadian di Sekip. Si Doli, ribut di tempat hiburan malam. Sampai Sekip orang itu main (bertikai), ini kata anggotanya lah," bebernya.
Baca Juga : Dugaan Korupsi Kredit Bank ke PT BSS dan PT SAL, Kejati Sumsel Tahan Lima Tersangka
Setelah kabar berita tersebut, Edward mendapati jika anaknya ditahan oleh pihak TNI.
"Saya bertemu dengan Doli, mulai dari jam 10 pagi sampai pukul 11 malam," lanjutnya.
Saat melihat kondisi anaknya yang tak sadarkan diri, Edward sempat mengira jika Doli sudah tewas.
"Muka anak saya babak belur, kepala luka-luka, badan luka-luka, sudah seperti mayat. Kami pun pasrah, tangannya kemarin diborgol di Rumah Sakit Putri Hijau," katanya.
Selanjutnya, setelah sadarkan diri, Doli dipindahkan ke sel tahanan Polrestabes Medan. Meskipun kondisinya masih luka-luka.
"Matanya masih meram-meram dia sudah dipindahkan ke sel tahanan. Dia dirawat nggak di Rumah Sakit Bhayangkara lagi," pungkasnya.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
