Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengumumkan pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman akan maju di Pilkada Jakarta 2024.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sedari awal sudah mengusung Anies untuk bertarung di Jakarta menilai, sikap gegabah dan menujukkan PKS seolah-olah memiliki 'tiket emas' untuk bertarung di Jakarta.
Baca Juga : Anies Baswedan: Generasi Emas Harus Kuasai AI Tanpa Kehilangan Integritas dan Daya Kritis
"Kalau langsung memasangkan Mas Anies dan Mas Sohibul Iman itu seolah-olah PKS sudah punya golden ticket," kata Wasekjen PKB Syaiful Huda, Rabu (26/6/2024).
Baca Juga : Anies Baswedan Masih Berpeluang Kembali Nyapres di 2029
Huda menekankan jika PKS masih membutuhkan 4 kursi untuk mencapai 20 persen. PKS merupakan pemenang Pemilu 2024 di Jakarta dan berhasil memperoleh 18 kursi.
"Pada konteks itu jadi paradoks emang, di mana ketika ada partai yang belum punya golden ticket lalu langsung memasangkan, ini akan berisiko untuk membangun mitra koalisi, karena belum-belum sudah diborong posisi gubenur dan calon wakil gubernur," kata dia.
Baca Juga : PKS Blunder Politik jika Paksakan Duet Anies-Sohibul ke Parpol Lain
Huda menilai ada kegamangan dari PKS sebagai pemenang pemilu di Jakarta. Hal itu terlihat dari perubahan sikap PKS, dari sebelumnya mengusung Sohibul Iman sebagai calon gubernur berubah menjadi calon wakil gubernur.
Baca Juga : PKB Ingin Calon di Pilkada Jakarta Lebih Baik dari Pasangan Anies-Sohibul
"Saya lihat ada kegamanangan ya di PKS, 2 hari lalu mendorong Mas Sohibul Iman sebagai gubernur, hari ini langsung menjadikan Mas Iman menjadi cawagub, dan langsung menyebut nama Mas Anies," ujarnya.
"Jadi saya kira ini kegamangan yang sedang dialami teman PKS, tapi kita paham, karena PKS pemenang di DKI Jakarta," timpal dia.
Baca Juga : RUU Perampasan Aset Tegaskan Pemulihan Kerugian Negara Berprinsip Jaga Keadilan dan HAM
(cw1/nusantaraterkini.co)
