Nusantaraterkini.co, OKU SELATAN — Sebuah bus Mitsubishi bernomor polisi BE 7403 BU yang membawa 28 penumpang terguling di Jalan Raya Banding Agung–Simpang Pusri, Desa Subik, Kabupaten OKU Selatan pada, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB akibat tidak kuat menanjak hingga menyebabkan tiga orang luka berat.
“Kendaraan diduga tidak mampu menahan beban saat melintasi tanjakan menikung sehingga mundur dan akhirnya terguling di badan jalan,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (29/3/2026).
Baca Juga : Kecelakaan Beruntun di Jalintim Musi Banyuasin Tewaskan Satu Pengendara Motor
Insiden bermula saat bus yang dikemudikan K (38) melaju dari arah Banding Agung dengan muatan penuh. Meski beberapa penumpang sempat turun untuk mengganjal roda dengan batu saat bus kesulitan menanjak, kendaraan tersebut tetap kehilangan kendali.
Baca Juga : Bus Penumpang Terbakar di Jalinsum Asahan, tak Ada Korban Jiwa
Akibatnya, 25 penumpang mengalami luka ringan dan tiga lainnya menderita luka berat, yang kini seluruhnya telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Satlantas Polres OKU Selatan telah melakukan olah TKP dan mengamankan pengemudi yang kini disangkakan melanggar Pasal 310 ayat (1) dan (3) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Baca Juga : Satu Korban Laka Maut Bus ALS Terancam Amputasi Jari
Selain proses hukum, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan guna memastikan pemenuhan hak perlindungan serta perawatan bagi seluruh korban terdampak.
Baca Juga : Hanya Tersisa Puing, Korban Kebakaran 1 Ilir Harapkan Bantuan Pemerintah
Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengimbau para penyedia jasa angkutan umum untuk selalu melakukan pengecekan rutin terhadap kelaikan armada, terutama sistem pengereman, sebelum melintasi jalur dengan medan ekstrem.
Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya kegagalan mekanis yang berisiko fatal bagi keselamatan nyawa penumpang di jalan raya.
“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Kami minta pengemudi memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan tidak memaksakan kendaraan pada medan yang berisiko tinggi,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
