Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Sandi Nugroho menginstruksikan seluruh jajaran segera memperkuat langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul prediksi BMKG bahwa musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal dan cenderung lebih kering.
“Karhutla tidak bisa ditangani secara sektoral. Kita harus bergerak bersama dan lakukan pencegahan sejak dini, terutama dengan pemetaan wilayah rawan dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga : Muba Daerah Ketiga yang Naikkan Status Siaga Karhutla Jelang Musim Kemarau
Kapolda menekankan, puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) secara signifikan.
Baca Juga : Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla hingga November 2026 Akibat Kemarau Ekstrem
Oleh karena itu, sinergi lintas instansi dan pencegahan praktik pembakaran lahan menjadi prioritas utama Polda Sumsel guna menghindari bencana kabut asap di wilayah Sumsel.
“Program kerja pencegahan ini tidak boleh hanya selesai di atas kertas, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam bentuk lingkungan yang aman dari kebakaran,” tegasnya.
Baca Juga : Coba Curi Kotak Amal Masjid, Pria Asal Muba Diamankan Polsek Ilir Barat I Palembang
Sementara, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan, kepolisian akan bertindak responsif dalam memetakan tantangan ke depan agar situasi kamtibmas tetap kondusif selama musim kemarau.
Baca Juga : Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Asal Tegal Dipulangkan dengan Pengawalan Polisi
“Kapolda langsung memetakan tantangan ini agar seluruh jajaran siap menghadapi dinamika cuaca yang berkembang dan meminimalisir potensi titik api di wilayah hukum kita,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
