Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kinerja pasar modal Indonesia kembali mencetak sejarah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa setelah menguat 1,55% dari posisi 8.936 ke level 9.075.
Seiring dengan lonjakan IHSG, nilai kapitalisasi pasar BEI turut menyentuh rekor anyar sebesar Rp16.512 triliun, menandai optimisme investor yang kian solid di awal tahun 2026.
Data BEI menunjukkan, IHSG konsisten bergerak di zona hijau selama empat hari perdagangan berturut-turut sepanjang pekan ini. Aktivitas transaksi juga meningkat, tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian yang naik 3,87% menjadi Rp32,68 triliun, dibandingkan Rp31,46 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca Juga : IHSG Hari Ini Rabu 21 Januari 2026 Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Saham Rekomendasi Analis
Di sisi lain, meski nilai transaksi menguat, rata-rata volume perdagangan harian justru turun 2,68% menjadi 60,13 miliar saham. Frekuensi transaksi harian juga terkoreksi 3,24% menjadi 3,86 juta kali.
Pasar Surat Utang Bergeliat
Tak hanya di pasar saham, BEI juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 dengan nilai pokok Rp1,5 triliun. Obligasi ini mengantongi peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), mencerminkan kualitas kredit yang kuat.
Baca Juga : IHSG Berpeluang Cetak Rekor Baru, INET, JPFA hingga SMRA Jadi Sorotan
Dengan pencatatan tersebut, sepanjang tahun 2026 BEI telah membukukan 7 emisi obligasi dan sukuk dari 6 emiten dengan total nilai mencapai Rp218,90 triliun. Secara keseluruhan, kini terdapat 665 emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI dengan nilai outstanding Rp542,85 triliun serta US$134,01 juta, diterbitkan oleh 137 emiten.
Asing Masuk Deras, Net Buy Rp7,3 Triliun
Minat investor asing terhadap pasar saham domestik juga terbilang agresif. Sepanjang tahun berjalan atau dalam tiga pekan terakhir, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp7,30 triliun, meski nilai tukar rupiah berada dalam tren melemah.
Baca Juga : Rupiah Tertekan, Emiten Berbasis Impor Terpukul: Saham Ekspor Justru Diuntungkan di Tengah Rekor IHSG
Saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor komoditas menjadi incaran utama. ASII memimpin daftar net buy asing dengan nilai Rp1,13 triliun, disusul ANTM Rp1,09 triliun, INCO Rp992,22 miliar, BBRI Rp862,55 miliar, serta PTRO Rp696,52 miliar.
Sebaliknya, tekanan jual asing paling besar tercatat pada saham BUMI senilai Rp1,67 triliun, BMRI Rp1,20 triliun, CBDK Rp447,47 miliar, DEWA Rp441,62 miliar, dan SINI Rp281,65 miliar.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : IHSG Hari Ini Dibuka Melemah ke 6.951, Bursa Asia Bergerak Variatif di Awal Perdagangan
