Nusantaraterkini.co, TEHERAN-Pemerintah Republik Islam Iran secara resmi menuduh Amerika Serikat dan Israel melakukan intervensi sistemik guna mendestabilisasi keamanan dalam negeri mereka. Melalui pernyataan resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Rabu (14/1/2026), Teheran mengeklaim bahwa unjuk rasa yang awalnya murni menyuarakan keluhan ekonomi telah dibajak oleh aktor asing untuk menciptakan kekacauan sipil.
Menurut otoritas Iran, gelombang protes yang bermula pada akhir Desember 2025 merupakan ekspresi damai warga terkait fluktuasi nilai tukar mata uang. Namun, stabilitas tersebut pecah ketika elemen-elemen kecil yang disebut "disetir dari luar" melakukan tindakan anarkis yang terorganisir.
Baca Juga : Iran Berdarah: 538 Nyawa Melayang di Tengah Ambruknya Rial dan Bayang-Bayang Perang
Iran memandang dukungan terbuka dari pejabat Washington dan Tel Aviv bukan sekadar retorika diplomatik, melainkan bentuk hasutan subversif yang melanggar Piagam PBB. Iran menegaskan bahwa setiap upaya untuk mengeksploitasi penderitaan ekonomi rakyat sebagai alat perang psikologis atau dalih ancaman militer adalah pelanggaran serius terhadap integritas teritorial.
“Pernyataan dan sikap yang eksplisit dan intervensionis dari para pejabat kedua pihak ini mengandung provokasi untuk melakukan kekerasan dan hasutan untuk menimbulkan kerusuhan,” tulis pernyataan resmi Kedubes Iran.
Di tengah tudingan tersebut, Iran mengklaim bahwa aparat keamanan mereka telah menerapkan prinsip proporsionalitas dan menahan diri dalam menghadapi massa guna menghindari eskalasi yang lebih berdarah. Di sisi lain, untuk meredam akar masalah, Teheran mengumumkan langkah-langkah mitigasi berupa aket bantuan mendesak. Hal ini melalui subsidi langsung untuk menjaga daya beli masyarakat yang tergerus inflasi.
Kemudian dalog sektoral, dengan mbuka ruang komunikasi dengan serikat pekerja dan pelaku usaha guna menstabilkan pasar. Selanjutnya, penguatan kedaulatan digital, sebagai upaya untuk menangkal narasi yang dianggap sebagai propaganda luar negeri di ruang siber.
Baca Juga : Situasi Unjuk Rasa di Iran, Donald Trump Ancam Serang dan Siap Bantu
Dilansir RMOl, Ketegangan ini mempertegas posisi Iran yang menolak keras campur tangan asing dalam urusan domestiknya, sembari berusaha membuktikan bahwa sistem pemerintahan mereka mampu merespons tuntutan rakyat tanpa perlu tekanan dari komunitas internasional.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
