Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kecam AS dan Israel, DPR Serukan PBB Bertindak Tegas atas Pelanggaran Kedaulatan Iran

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Oleh Soleh saat RDP di Komisi I DPR. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, melontarkan kecaman keras atas dugaan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang disebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat

Ia menilai tindakan tersebut bukan sekadar insiden politik, melainkan agresi terbuka terhadap kedaulatan negara dan penghinaan terhadap tatanan hukum internasional.

Baca Juga : DPR Usul Pemerintah Beri ‘Karpet Merah’ bagi Truk Pupuk Subsidi di Sumatera Barat

Menurut Oleh Soleh, pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi sebuah negara merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap prinsip dasar hubungan internasional

Baca Juga : DPR Desak Pemerintah Hapus Kastanisasi Guru, Usul Semua Harus Berstatus PNS

“Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi serangan langsung terhadap kedaulatan negara dan stabilitas global. Jika benar dilakukan oleh negara lain, maka ini adalah bentuk agresi yang tidak bisa ditoleransi,” tegasnya, Senin (2/3/2026).

Ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak bersikap pasif. Menurutnya, kredibilitas lembaga internasional tersebut dipertaruhkan apabila gagal merespons dugaan pelanggaran serius yang dilakukan oleh negara-negara besar.

Baca Juga : Upacara Haru di Beirut, UNIFIL Kenang Pengorbanan Kopral TNI Rico Pramudia

“Iran adalah anggota sah PBB. Hak dan kedaulatannya dijamin hukum internasional. Jika PBB kembali gagal bertindak tegas hanya karena pelakunya adalah negara kuat, maka dunia patut mempertanyakan komitmen lembaga ini terhadap keadilan global,” ujar legislator tersebut.

Baca Juga : Sekjen PBB Guterres Sambut Perpanjangan Gencatan Senjata Lebanon-Israel

Lebih jauh, ia menyinggung pola impunitas yang dinilainya terus berulang. Dugaan pelanggaran hukum internasional oleh Israel dan Amerika Serikat, kata dia, kerap berakhir tanpa sanksi setimpal. Kondisi itu dinilai berbahaya karena menciptakan standar ganda dalam penegakan hukum internasional.

“Ketika hukum hanya tajam ke negara lemah dan tumpul ke negara kuat, maka tatanan global sedang menuju kehancuran. Dunia internasional tidak boleh terus membiarkan praktik seperti ini tanpa konsekuensi,” kritiknya.

Oleh Soleh juga mendesak Pemerintah Indonesia mengambil posisi yang lebih progresif dan vokal di berbagai forum internasional. Ia meminta Indonesia tidak sekadar menyampaikan keprihatinan, tetapi mendorong sanksi konkret terhadap Israel dan Amerika Serikat.

“Indonesia harus berada di garda terdepan membela prinsip kedaulatan dan hukum internasional. Diam berarti membiarkan preseden berbahaya ini terus terjadi,” tegasnya.

Ia menilai eskalasi konflik yang terjadi berpotensi memicu instabilitas kawasan dan memperburuk ketegangan global. Pembunuhan terhadap Ayatollah Ali Khamenei, jika terbukti sebagai operasi lintas negara, disebutnya sebagai preseden kelam yang mencederai komitmen dunia terhadap perdamaian.

“Komitmen terhadap perdamaian dunia tidak boleh berhenti pada retorika. Jika tindakan seperti ini dibiarkan, maka hukum internasional kehilangan maknanya dan perdamaian global hanya menjadi slogan,” pungkasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)