nusantaraterkini.co, DEPOK - Pertemuan keluarga besar untuk membahas warisan di Pancoran Mas, Depok, berakhir ricuh. Seorang perempuan berinisial ISZ menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan dua sepupunya sendiri, NB dan EK.
Kasubbid Penmas Polda Merro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Jumat (27/6/2025) sekitar pukul 11.40 WIB.
Awalnya, pertemuan keluarga berlangsung untuk menyelesaikan masalah warisan. Namun, diskusi memanas saat pihak NB dan EK meminta utang orang tua mereka kepada orang tua ISZ diikhlaskan.
Baca Juga : Lestari Moerdijat: Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga Butuh Dukungan Semua Pihak
ISZ menolak permintaan tersebut karena menganggap utang itu tetap harus diselesaikan.
“Kemudian terus terjadi perdebatan dan akhirnya para terlapor melakukan pengeroyokan terhadap korban dengan cara memukul secara bersama-sama berkali-kali dengan tangan kosong pada bagian muka, leher, dan pundak,” kata Reonald, dikutip kumparan, Sabtu (28/6/2025).
Situasi baru mereda setelah keluarga lainnya dan saksi bernama D turun tangan melerai. Namun, saksi D juga ikut mengalami luka, yakni luka cakar di tangan dan paha serta luka pukul di bagian bibir akibat mencoba memisahkan korban dan pelaku.
Baca Juga : Sentil Fenomena Sibuk Gadget, Rico Waas: Pembangunan Medan Dimulai dari Meja Makan Keluarga
“Atas kejadian tersebut korban mengalami trauma, sakit bagian kepala dan badan, luka cakar bagian dahi, mata kiri sampai bawah mata kiri, hidung, dan leher,” lanjut Reonald.
Setelah kejadian, korban segera melapor ke Polres Metro Depok. Kasus ini kini sedang ditangani dan pihak kepolisian telah memulai proses penyelidikan untuk menindaklanjuti laporan korban.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : Musda Golkar Sumut Ricuh, Bawa Kayu hingga Petasan
