Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kemenbud Luncurkan SAMAN: Strategi Digital Baru Memutus Rantai Korupsi di Sektor Budaya ​

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, memberikan apresiasi atas keberanian kementerian dalam mengadopsi teknologi sebagai instrumen pengendalian internal, Rabu (31/12/2025).(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Menjelang pergantian tahun, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mengambil langkah visioner dengan memperkenalkan Sistem Aplikasi Monitoring Anti-Fraud yang disingkat SAMAN, Rabu (31/12/2025). Inisiatif ini dirancang bukan sekadar untuk mengikuti tren digitalisasi, melainkan sebagai upaya konkret dalam memangkas birokrasi yang berbelit dan menutup celah-celah gelap yang selama ini berpotensi menjadi ajang praktik korupsi.

Melalui aplikasi ini, setiap transaksi dan proses administratif di lingkungan kementerian kini berada di bawah pengawasan ketat sistem elektronik yang objektif, sehingga ruang untuk manipulasi dan benturan kepentingan dapat dipersempit secara signifikan.

Baca Juga : Strategi KPK Tutup Ruang Gelap Korupsi 2025: Kepatuhan LHKPN Capai 94 Persen dan Selamatkan Fiskal Miliaran 

​Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, memberikan apresiasi atas keberanian kementerian dalam mengadopsi teknologi sebagai instrumen pengendalian internal. Fitroh memandang bahwa di era disrupsi saat ini, pertahanan terbaik melawan korupsi adalah keterbukaan informasi dan sistem pengawasan yang mampu bekerja secara berkelanjutan tanpa intervensi personal.

"Inspektorat Jenderal Kemenbud berperan sebagai pengawas internal dalam memastikan tata kelola organisasi berjalan bersih dan bebas korupsi," tegas Fitroh, dalam siaran persnya, Kamis (1/1/2026).

​Senada dengan visi tersebut, Inspektur Jenderal Kemenbud, Fryda Lucyana, menyatakan bahwa SAMAN adalah manifestasi dari komitmen institusinya untuk tidak lagi mengandalkan metode pengawasan konvensional yang bersifat seremonial. Bagi Fryda, tantangan utama ke depan adalah bagaimana membangun kepercayaan publik melalui akuntabilitas yang nyata di setiap satuan kerja.

Ia percaya bahwa inovasi ini akan memaksa setiap aparatur untuk bekerja lebih profesional dan jujur karena setiap langkah mereka terekam oleh sistem. "Penguatan pengawasan internal, peningkatan akuntabilitas, dan transparansi kinerja menjadi upaya berkelanjutan guna mencegah korupsi sekaligus menjaga kepercayaan publik," ungkap Fryda mengenai misi jangka panjang kementerian.

Menutup kegiatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan pesan mendalam bahwa integritas tidak boleh hanya berhenti sebagai jargon politik, melainkan harus mendarah daging dalam karakter setiap pejabat publik. Ia menegaskan bahwa sektor kebudayaan harus menjadi pelopor dalam menunjukkan bahwa nilai-nilai moralitas bisa berpadu harmonis dengan kemajuan teknologi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.

Baca Juga : Presidium MARAK: Hakordia Momentum Memperbaiki Kondisi Negara dari Korupsi


Fadli berharap SAMAN menjadi pondasi kuat bagi kementerian untuk melayani rakyat tanpa beban praktik ilegal. "Budaya antikorupsi menjadi jembatan antara nilai-nilai kebudayaan dan pemanfaatan teknologi, terutama di tengah berkembangnya modus korupsi yang semakin kompleks," pungkas Fadli.

(Emn/Nusantaraterkini.co)