Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ketua PNTI Sumut : Masuknya Pengungsi Rohingya di Desa Kwala Langkat Seperti Dikondisikan

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Puluhan pengungsi Rohingya berada di dalam tenda BNPB yang terletak dibibir pantai Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (23/5/2024).

Nusantaraterkini.co, LANGKAT - Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Sumatera Utara, Adhan Nur angkat bicara soal masuknya pengungsi Rohingya di Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

"Menurut saya ini macam satu dilema, artinya kedatangan mereka ini seperti dikondisikan. Dan saya tanyak langsung dengan pengungsi Rohingya yang mengerti Bahasa Inggris, mereka diantarkan oleh dua boat," ujar Adhan Nur, Kamis (23/5/2024).

"Siapa pemilik dan siapa nama yang mengantar, mereka tidak tau. Ibaratkan seperti menaburkan pengemis di lampu merah kedatangan pengungsi Rohingya," sambungnya.

Baca Juga : Warga Aceh Resah dengan Rohingya: Tidak Sesuai Dengan Syariat Islam

Lanjut Adhan Nur, ia mengaku telah berkoordinaai dengan pemerintah desa, kecamatan, dan pemerintah kabupaten.

"Tapi jawabannya sampai saat ini mereka belum bisa mengambil kebijakan. Karena berhubung ini hari libur, sementara masayarakat tidak tau hari libur. Jadi masyarakat merasa resah, dan berharap segera pengungsi Rohingya dipindahkan dari Desa Kwala Besar," ujar Adhan Nur.

Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Sumatera Utara berharap, harus ada kebijakan dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

Baca Juga : 93 Pengungsi Etnis Rohingya Diamankan di Terminal Tipe A Langsa saat Hendak Menuju Kota Medan

Sementara itu warga Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, meminta kepada pemerintah daerah, untuk segera memindahkan pengungsi Rohingya yang berada di desa tersebut.

"Kami terganggu kenyaman dan keamanannya, kami melaut disini. Gegara ada pengungsi Rohingya, udah dua hari kami gak melaut," ujar Siti Mahanur warga Desa Kwala Langkat, Kamis (23/5/2024) sore.

Lanjut Siti, pihak kecamatan sempat memberikan janji, jika hari ini puluhan pengungsi Rohingya ini akan dipindahkan.

Baca Juga : Polemik Dugaan Perambahan Hutan di Langkat, Pemilik Lahan Sebut Pegang Surat Tanah Puluhan Hektar

"Kami takut mereka kan dari luar negeri, kami mohon dipindahkan saat ini juga, janji pak camat hari ini diselesaikan. Namun hingga sore ini mereka masih di sini," ujar Siti.

'Semalam datang tiba-tiba, tolong lah pindahkan mereka dari Desa Kwala Langkat. Jangan kami dikasih bala, jangan dikasih musibah, intinya kedatangan mereka mengganggu sekali," sambungnya.

Amatan wartawan dilokasi, puluhan pengungsi ini ditempatkan di dalam tenda BNPB yang terpasang di bibir pantai.

Baca Juga : Ditolak Warga Desa Kwala Langkat, Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan

Sedangkan, beberapa personel kepolisian dan TNI tampak berjaga-jaga dilokasi.

Dikabarkan sebelumnya, puluhan pengungsi Rohingya kembali memasuki Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tepatnya di Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, pada Rabu (22/5/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Tanjung Pura, AKP Andri GT Siregar melalui pesan tertulisnya.

"Para pengungsi Rohingya datang ke Desa Kwala Langkat dengan menaiki satu unit kapal kayu bermotor," ujar Andri.

Lanjut Andri, para pengungsi ini diturunkan di pinggir Pantai Desa Kwala Langkat, lalu berjalan kaki menuju pemukiman masyarakat.

Adapun para pengungsi Rohingnya berjumlah 51 orang dengan rincian, pria dewasa sebanyak 42 orang, wanita dewasa tiga orang, dan anak perempuan empat orang, serta anak laki-laki berjumlah dua orang.

"Untuk sementara ini pengungsi Rohingya di arahkan ke Aula Serba Guna Desa Kwala Langkat," ujar Andri.

"Upaya yanh dilakukan saat ini mendata jumlah pengungsi Rohingya, melaporkan kepada pihak terkait, memberikan logistik berupa air dan makanan, dan ?encari tempat relokasi sementara," sambungnya.

Sedangkan itu warga Desa Kwala Langkat menolak kehadiran dari para pengungsi Rohingya di desa mereka. (rsy/nusantaraterkini.co)