Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Legislator Soal Selebgram Medan Tewas Usai Sedot Lemak: Kemenkes Harus Perketat Izin Praktek

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menyoroti kasus tewasnya selebgram asal Medan, Ella Nanda Sari Hasibuan (30) saat operasi sedot lemak di klinik kecantikan 'WSJ' di Beji, Depok, Jawa Barat./Ist

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menyoroti kasus tewasnya selebgram asal Medan, Ella Nanda Sari Hasibuan (30) saat operasi sedot lemak di klinik kecantikan 'WSJ' di Beji, Depok, Jawa Barat.

Irma pun meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harusnya melakukan pengawasan yang lebih ketat.

"Berita tentang bahaya sedot lemak sebetulnya sudah beredar di media sosial, efek sampingnya sangat banyak. Oleh karena itu seharusnya Kementerian Kesehatan betul-betul mengawasi klinik-klinik kecantikan dan klinik-klinik terkait praktik sedot lemak seperti ini," kata Irma, Selasa (30/7/2024).

Baca Juga : RUU BUMN Didorong Perkuat Profesionalisme dan Akuntabilitas, Legislator: tak Boleh Ada Intervensi Politik!

Kemudian, Irma juga meminta perizinan praktik klinik juga tak mudah diberikan. Dia mengatakan banyak praktik kesehatan yang memakan banyak korban.

"Selain alat kesehatannya harus jelas, SDM-nya juga wajib mendapatkan izin untuk melakukan hal tersebut," ujar politikus NasDem ini.

"Jangan terlalu gampang dan memudahkan izin operational klinik-klinik seperti ini, karena efek samping dari praktik-praktik estetika seperti ini berbahaya bagi kesehatan," tambah legislator dapil Sumsel II ini.

Baca Juga : Legislator Harap uu pariwisata atasi kebocoran ekonomi nasional

Sebelumnya, kasus kematian selebgram asal Medan, Ella Nanda Sari Hasibuan (30), saat operasi sedot lemak di klinik kecantikan 'WSJ' di Beji, Depok, Jawa Barat, masih diusut.

Polisi menyebutkan pihak klinik membawa korban ke rumah sakit karena bermasalah saat tindakan sedot lemak.

"Kita kalau pemanggilan saksi secara resmi belum, ini masih interogasi keterangan dari pihak klinik menyatakan bahwa korban ini dibawa ke rumah sakit pada saat tindakan bermasalah," kata Kapolres Metro Depok Kombes Arya Perdana.

Baca Juga : DPR Usul Pemerintah Beri ‘Karpet Merah’ bagi Truk Pupuk Subsidi di Sumatera Barat

Sebab itu, pihak kepolisian memanggil pihak rumah sakit untuk memintai keterangan kondisi korban saat sampai di sana. Polisi masih menunggu penjelasan dari pihak RS mengenai hal itu.

"Maka pihak rumah sakit itulah yang kita panggil ke Polres untuk dimintai keterangan bagaimana kondisi korban saat tiba di sana, hasil pemeriksaan kayak apa itu nanti pihak rumah sakit yang menjelaskan ke kita," tuturnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : DPR Desak Pemerintah Hapus Kastanisasi Guru, Usul Semua Harus Berstatus PNS