Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Menko Djamari Diharapkan Junjung Tinggi Kebebasan Sipil

Editor :  hendra
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sukamta (Foto: dok.pks)

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi I DPR berharap Menko Polkam Djamari Chaniago mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan. Sukamta menyinggung situasi nasional baru-baru ini kala DPR dan pemerintah mendapat kritik dari rakyat.

"Saya mengucapkan selamat kepada Pak Djamari Chaniago untuk mengemban amanah dan menjalankan tugas sebagai Menko Polkam. Presiden Prabowo memilih beliau pasti sudah dengan pertimbangan yang matang," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta, Kamis (18/9/2025).

Sukamta berharap Djamari mampu menjawab tantangan bangsa ke depan. Ia menyebut geopolitik juga sedang tidak baik-baik saja.

Baca Juga : Deng Ical Kecam Serangan Israel di Beirut, Desak RI Tegas di Forum Internasional

"Saya berharap beliau sebagai Menko Polkam dapat menjawab tantangan-tantangan ke depan yang tidak mudah dan di masa dunia yang berbahaya," kata Sukamta.

Politikus PKS ini menyinggung menurunnya kualitas demokrasi RI. Menurutnya, perlu seorang pemimpin yang mampu menjaga proses demokrasi tanpa mengekang kebebasan sipil.

"Skor indeks demokrasi Indonesia belakangan ini trennya menurun. Terakhir pada 2024 skornya menurun menjadi 6,44 dibanding 2023 yang tercatat 6,5 dan 2022 yang mencapai 6,7, dari skala 10," ujar Sukamta.

Baca Juga : DPR Sambut Gencatan Senjata AS–Iran, Dorong Pemerintah Wujudkan Perdamaian Permanen

"Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara flawed democracy (demokrasi yang cacat). Indeks ini terdiri atas aspek kebebasan sipil, kesetaraan, dan aspek lembaga demokrasi," tambahnya.

Sukamta menyebut situasi di Indonesia saat ini juga memanas, rakyat memprotes DPR RI hingga pemerintah. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan besar bagi Menko Polkam Djamari.

"Berikutnya terkait dengan situasi dalam negeri yang akhir-akhir ini memanas dan bergejolak. Rakyat marah terhadap DPR dan juga lembaga-lembaga pemerintah lainnya, seperti kepolisian (Brimob), Menteri Keuangan, dan seterusnya," ucap Sukamta.

Baca Juga : Menko Polkam Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026 di Sumsel

"Ini menjadi tantangan besar bagi Menko Polkam untuk tetap bisa menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam negeri dengan tetap menjunjung tinggi demokrasi dan kebebasan sipil dalam menyampaikan aspirasi," sambungnya.

Legislator DIY Yogyakarta ini juga menyoroti dinamika dan gejolak geopolitik global, termasuk di kawasan Asia Tenggara. PR besar konflik di Timur Tengah seperti persoalan Palestina dan Israel, kata dia, juga mesti menjadi atensi Menko Polkam.

"Dinamika kawasan terkait dengan konflik perbatasan negara juga menjadi PR, seperti tempo hari Thailand dan Kamboja. Belakangan juga muncul kembali isu sengketa Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia," kata Sukamta.

Baca Juga : Rico Waas Hadiri Silaturahmi Menko Polkam, Bahas Kondisi Sosial Sumut

Sukamta optimistis Menko Polkam baru dapat menuntaskan persoalan itu. Ia berharap tugas yang diamanahkan dapat diselesaikan dengan lancar.

"Dengan pengalaman beliau selama ini, semoga tugas-tugas berat tadi dapat kita hadapi dan selesaikan bersama-sama," imbuhnya. 

(cw1/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Menko Polkam Ajak PWI Berperan Jaga Suasana Politik Tetap Teduh