Nusantaraterkini.co - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Anas mengungkapkan alasan banyaknya formasi ASN yang kosong tiap tahun dari seleksi calon aparatur sipil negara (CASN).
Salah satunya adalah banyak kandidat yang tidak memenuhi kualifikasi.
"Bukan hanya tidak maksimal, sebagian tidak memenuhi kualifikasi, kan nggak mungkin dia kualifikasinya A dia daftar kualifikasinya B nggak mungkin diterima. Jadi karena kualifikasinya berbeda," kata Azwar Anas di Kompleks Parlemen, Rabu (17/1/2024).
Baca Juga : Guru Honorer Diisukan Terancam PHK, Rieke Diah Pitaloka Minta Pemerintah Bertindak
Selain itu, terdapat banyak faktor lainnya seperti afirmasi, atau kebijakan penambahan nilai kompetensi teknis yang dijadikan tolak ukur kelulusan kandidat.
"Selain itu juga ada faktor-faktor hasil seleksi, kemarin kan mestinya hanya 50% (masuk porsi penilaian), itu pun kita afirmasi jadi 70% jadi ada banyak faktor karena Indonesia dari Sabang sampai Marauke, bukan hanya Jawa sehingga faktornya banyak," kata Azwar.
Dia memaparkan peserta yang lulus CASN masih di bawah 80%, saat memaparkan Rapat Kerja dengan Komisi II, di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Baca Juga : Lowongan CPNS 2026: Didominasi Guru, Pemprov Sumut Siapkan 9.759 Formasi
Seperti tahun 2021, kebutuhan nasional ASN mencapai 1.275.387 sedangkan peserta yang lulus hanya 413.283 atau sekitar 62%.
Kemudian, tahun 2022 kebutuhan nasional ASN 1.200.429 peserta yang lulus hanya 398.742 atau 77%
Dan tahun 2023 kebutuhan 1.030.751 yang lulus hanya 433.602 atau 76%.
Baca Juga : 1.957 CASN Mundur, Komisi II Desak Ombudsman Lakukan Investigasi
"Secara umum ada 133.564 formasi yang dibuka tahun 2023 belum terisi atau tidak terisi atau sebanyak 24% dari total formasi yang dibuka," katanya.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
