Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PBB Setop Bantuan Kemanusiaan Masuk Gaza gegara Ancaman Serangan Israel

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Petugas menurunkan bantuan makanan dari PBB untuk warga di Sheikh Redwan, Gaza, Palestina. Foto: AP Photo/Adel Hana

nusantaraterkini.co, MEDAN - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan penghentian pengiriman bantuan dan relawan kemanusiaan masuk Gaza. Pengumuman itu sejak Senin (26/8/2024).

Keputusan itu disebabkan potensi serangan Israel ke pusat bantuan kemanusiaan di Gaza, Deir al-Balah.

Israel sudah memberi perintah evakuasi ke warga di sekitar Deir al-Balah. Sesudah perintah tersebut, seorang pejabat PBB sempat menyatakan penghentian total penyaluran bantuan. Akan tetapi pengumuman itu diralat. Operasi yang masih dan sudah berlangsung di Gaza akan terus berlanjut.

Baca Juga : Ujian Berat Politik Luar Negeri RI di Tengah Bara Timur Tengah

Laporan PBB saat ini seluruh pekerja kemanusiaannya berada di Deir al-Balah. Mereka dipindahkan ke sana akibat serangan ke Rafah yang sempat ditetapkan sebagai zona kemanusiaan di Gaza.

Menurut militer Israel, serangan ke Deir al-Balah akan dilakukan sesegera mungkin. Sebab, Israel yakin masih terdapat infrastruktur Hamas yang tersisa di Deir al-Balah.

Banda Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan, sebanyak 15 tempat penampungan pekerja dan LSM dan empat gudang bantuan terkena dampak perintah evakuasi Israel.

Baca Juga : Pidato Panjang Trump Bikin Sidang Umum PBB 2025 Kisruh, Banyak Kursi Kosong

Sementara itu, juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengakui dengan adanya potensi serangan Israel makan operasi kemanusiaan di Gaza terpaksa dilakukan secara terbatas. Bantuan atau pekerja yang akan masuk berhenti sampai batas waktu belum ditentukan.

"Jika pekerja kemanusiaan yang sudah ditempatkan di populasi tertentu atau area tertentu, mereka memiliki perangkat beroperasi, berbagi dan mendistribusi," kata Dujarric seperti dikutip dari AFP melalui kumparan.

Adapun, Wakil Direktur Lapangan UNRWA di Gaza Sam Rose menyebut layanan kesehatan di sembilan pusat fasilitas medis dan 90 titik pos kesehatan masih akan beroperasi.

Baca Juga : Upacara Haru di Beirut, UNIFIL Kenang Pengorbanan Kopral TNI Rico Pramudia

"Namun, ruang dan kemampuan sistem PBB, sistem kemanusiaan untuk beroperasi di Gaza akan makin sulit," ucap Rose.

(Dra/nusantaraterkini.co).