Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Sejumlah penyintas bencana banjir dan longsor di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, bergotong royong mengumpulkan batu untuk memperbaiki akses menuju Desa Siging-giring, pada Rabu (14/1/2026). Inisiatif tersebut dilakukan sejak pagi sekitar pukul 08.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB.
Warga secara bergantian mengambil batu dari sekitaran aliran air yang terbentuk oleh bencana. Batu-batu itu ditumpuk dan nantinya, akan digunakan oleh petugas untuk memperbaiki jalan agar mudah dilalui.
Baca Juga : Habib Syarief Dorong Keberlanjutan KBM Bagi Anak Korban Bencana Sumatera
Saat ini, akses menuju desa Siging-giring masih belum dapat dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Beberapa titik jalan dari Kelurahan Hutanabolon, terputus dan tertimbun material longsor. Warga harus berjalan kaki menuju desa dengan jarak kurang lebih 5 kilometer.
"Gotong royong ini adalah motivasi dari masyarakat dan pemerintahan setempat. Kemarin warga diminta oleh pihak desa dan ini (gotong royong) memang dorongan dari kita," kata Menanti Lase (31), warga desa Siging-giring, saat ditemui Nusantaraterkini.co di lokasi.
Warga mengumpulkan batu, tanpa alat berat dan bantuan teknis, kegiatan tersebut dilakukan bergiliran oleh warga dari berbagai kelompok usia pria dan wanita.
Baca Juga : Kohati Badko HMI Sumut Salurkan Bantuan : Ini Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Terhadap Korban Bencana Alam
Warga berharap pemerintah daerah segera memperbaiki akses menuju desa mereka guna aktivitas ekonomi yang lumpuh agar segera kembali pulih. Selain itu, kehadiran infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung pemulihan warga pascabencana.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
