Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Guna memastikan posisi strategis pemberantasan narkotika diisi oleh personel yang berkompetensi tinggi, sebanyak 17 perwira Polri mengikuti Assessment Center Jabatan Kasatresnarkoba Tahun Anggaran 2026 di Gedung Promoter Biro SDM Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (26/2/2026).
Seleksi ketat ini dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB hingga 17.00 WIB dengan menerapkan sistem merit yang objektif. Para peserta wajib melewati empat metode pengujian mendalam, meliputi Case Analysis, Leaderless Group Discussion(LGD), Behavioral Event Interview (BEI), serta psikometri untuk membedah kapasitas manajerial dan integritas personal mereka.
Baca Juga : Coba Curi Kotak Amal Masjid, Pria Asal Muba Diamankan Polsek Ilir Barat I Palembang
“Assessment Center menjadi mekanisme objektif untuk memastikan perwira yang memimpin satuan narkoba benar-benar memiliki kapasitas, integritas, serta kompetensi yang sesuai dengan tuntutan jabatan,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga : Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Asal Tegal Dipulangkan dengan Pengawalan Polisi
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi Polri yang Presisi, di mana penempatan jabatan tidak lagi hanya bersandar pada aspek senioritas semata.
Polda Sumsel menaruh perhatian serius pada posisi Kasatresnarkoba karena perannya sebagai ujung tombak penegakan hukum terhadap jaringan peredaran gelap narkotika di tingkat wilayah.
Proses seleksi dipantau langsung oleh Karo SDM Polda Sumsel untuk menjamin transparansi dan sterilisasi di setiap tahapan penilaian. Hasil dari asesmen ini diharapkan mampu menghasilkan pemimpin satuan yang tangguh dalam memutus mata rantai narkoba di Bumi Sriwijaya.
“Penempatan pejabat berbasis merit akan berdampak langsung pada efektivitas penanganan tindak pidana narkotika dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” tandasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
