Pj Gubernur Sumut Sebut Pemudik Tahun Ini Naik Dua Kali Lipat
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menyebut angka pemudik tahun ini diperkirakan meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
Baca Juga : Sasar Puluhan Pelanggar Via ETLE, Polda Sumsel Perketat Pengawasan Digital di Lima Ruas Tol Utama
"Tahun lalu pemudik di Sumut sekitar 3,7 juta orang dan tahun ini bisa dua kali lipat," katanya, Rabu (3/4/2024).
Baca Juga : Seorang Pemudik Meninggal di Tengah Kemacetan, Begini Kronologinya
Hassanudin mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan untuk memastikan mudik Idul Fitri 1445 Hijriah tahun ini berjalan aman, ceria dan bermakna.
Sejumlah sektor, kata dia, sudah dipersiapkan termasuk soal kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Sumut.
Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng
"Karena itu kita jauh hari telah mempersiapkan, baik lalu lintas, kebutuhan pangan, BBM, kesiapan bila terjadi bencana, kita ingin mudik tahun ini lebih aman, ceria dan bermakna,” ujarnya.
Baca Juga : Garuda Muda Siap Tempur, Inilah Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di ASEAN U-19 Bank SUMUT Championship 2026
Ia menyebut Pemprov Sumut juga telah berkoordinasi dengan Polda Sumut dalam rangka menyukseskan pengamanan Idul Fitri melalui Apel Gelar Pasukan Ketupat Toba 2024. Dia memastikan Pemprov Sumut telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, demi kelancaran mudik tahun ini.
Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan dalam operasi kali ini pihaknya mengerahkan 12.152 personel serta didukung 13 ribu personel Kodam I/BB. Dia menyebut operasi berlangsung 4-16 April atau selama 13 hari.
Baca Juga : Margasu Minta 100 Anggota DPRD Sumut Keluarkan Rekom Pergantian Pj Gubsu
“Kita juga menyiapkan 173 pos untuk pos terpadu, pengamanan dan pelayanan, manfaatkan untuk buka puasa, sahur atau hal lain yang dibutuhkan,” tukasnya.
Baca Juga : PJ Sumut Agus Fatoni, Serah Terima Hibah Barang Senilai Rp578 miliar
(HAM/nusantaraterkini.co)
