Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Polres Binjai Dituding Minta Upeti Hingga Rp20 Juta ke Warga Saat akan Mengambil Mobil Barang Bukti

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Aksi unjuk rasa warga Desa Namotrasi, Kabupaten Langkat di Mako Polres Binjai pada Kamis (4/9/2025). (Foto: istimewa).

nusantaraterkini.co, BINJAI - Polres Binjai dituding meminta upeti senilai Rp20 juta kepada Roni Sitepu, pemilik mobil Taft BK 1146 DK yang saat itu ingin mengambil mobil miliknya.

Hal itu dikatakan Andika saat menggelar aksi unjuk rasa puluhan masyarakat Desa Namotrasi, Kabupaten Langkat di Mako Polres Binjai pada Kamis (4/9/2025).

Andika yang merupakan kordinator aksi mengatakan, aksi unjuk rasa ini dilakukan untuk menuntut keadilan atas kasus yang menimpa kerabat mereka, Nehemia Ginting, yang diduga menjadi korban kriminalisasi.

Baca Juga : Binjai Siaga! Berantas Kejahatan Jalanan, Kapolres Binjai Bentuk Tim Khusus Anti Begal

Dalam orasinya, Andika menyebutkan bahwa Nehemia saat ini ditahan oleh Polres Binjai. Padahal, kata dia, Nehemia adalah korban penyerangan berupa pelemparan batu dan serangan senjata tajam oleh sekelompok orang.

“Anehnya, malah korban yang ditahan, bukan pelakunya yang ditangkap. Bahkan mobil Taft BK 1146 DK yang ditumpangi saat itu juga ditahan sebagai barang bukti,” teriak Andika di depan Polres Binjai.

Lebih miris lagi, lanjutnya, pemilik mobil bernama Roni Sitepu sempat mencoba mengambil kembali kendaraannya. Namun, pihak keluarga menduga ada permainan oknum di tubuh Polres Binjai.

Baca Juga : Kabur Saat Hendak Diperiksa, Pengedar Sabu Asal Deliserdang Akhirnya Tak Berkutik Diringkus Satresnarkoba Polres Binjai

“Polres diduga meminta upeti senilai Rp20 juta agar mobil dikembalikan. Karena itu kami datang ke sini, untuk menuntut keadilan,” tegas Andika.

Sementara itu, Fiman Sembiring, ibu dari Nehemia, tak kuasa menahan tangis saat diwawancarai awak media. Ia mengaku sudah lima kali mendatangi Polres Binjai, namun belum mendapat kepastian apa pun terkait nasib anaknya.

“Anak saya sampai koma karena ditahan. Kami minta keadilan, Bapak Kapolres Binjai. Anak saya itu korban penganiayaan, bukan pelaku,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Baca Juga : Sempat Kabur, Pelaku Curanmor di Tanjung Balai Akhirnya Tertangkap, Personel Satreskrim Temukan Sabu

Aksi sempat berlangsung sekitar 30 menit. Setelah berorasi, enam orang perwakilan massa akhirnya dipersilakan masuk ke Satreskrim Polres Binjai untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka.

Sementara itu, pihak Polres Binjai saat dikonfirmasi terkait tudingan yang meminta sejumlah uang kepada pemilik mobil belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Polres Padangsidimpuan Amankan Tiga Pelaku Curanmor, BB Sudah Dipreteli