Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Evaluasi Misi UNIFIL dan Tegas ke Israel

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Oleh Soleh disela-sela Raker Komisi I DPR. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Serangan yang menewaskan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian PBB di Lebanon tidak hanya memicu duka, tetapi juga membuka kembali pertanyaan serius soal sikap politik luar negeri dan keberanian pemerintah dalam melindungi aparatnya di medan konflik.

Anggota Komisi I DPR, Oleh Soleh melontarkan kecaman keras terhadap Israel, yang dinilai bertanggung jawab atas serangan proyektil yang menghantam pos pasukan perdamaian UNIFIL

Baca Juga : Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba di Soetta, Disambut Upacara Kehormatan

Ia menyebut insiden ini bukan sekadar kecelakaan perang, melainkan cermin dari abainya penghormatan terhadap misi internasional yang seharusnya dilindungi semua pihak.

Baca Juga : ​3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Pemerintah Bertindak Tegas

“Ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, tapi juga tamparan terhadap komitmen global menjaga perdamaian. Tidak boleh ada pembiaran,” tegasnya, Selasa (31/3/2026).

Namun, kritik Oleh Soleh tidak berhenti pada pihak luar. Ia secara implisit menyoroti pemerintah Indonesia yang dinilai belum menunjukkan respons politik yang cukup tegas. 

Baca Juga : Militer Israel Klaim Tewaskan Komandan Pasukan Radwan Hizbullah Malek Balout di Beirut

Menurutnya, pengiriman pasukan ke wilayah konflik aktif seperti Lebanon harus dibarengi kalkulasi risiko yang matang, bukan sekadar rutinitas diplomasi.

Baca Juga : Prajurit TNI Gugur di Misi PBB, HNW: Israel Harus Disanksi

Dengan eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah yang kian memanas, ia memperingatkan bahwa prajurit TNI berpotensi menjadi korban berikutnya jika tidak ada langkah strategis yang diambil segera.

“Jangan sampai kita hanya reaktif setelah ada korban. Ini soal nyawa prajurit. Negara harus hadir sebelum, bukan sesudah tragedi,” ujarnya.

Baca Juga : Upacara Haru di Beirut, UNIFIL Kenang Pengorbanan Kopral TNI Rico Pramudia

Oleh Soleh mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap keterlibatan Indonesia dalam misi UNIFIL. Ia bahkan secara terbuka mendorong opsi penarikan sementara pasukan dari wilayah rawan sebagai langkah realistis, bukan bentuk mundur.

Baca Juga : Gugur dalam Misi PBB, Pengamat: Praka Rico Layak Terima Kenaikan Pangkat Anumerta

“Keselamatan prajurit harus di atas segalanya. Kalau situasi tidak kondusif, penarikan sementara bukan kelemahan, tapi keputusan politik yang rasional,” katanya.

Sebelumnya, UNIFIL melaporkan satu prajurit TNI tewas setelah proyektil menghantam pos penjagaan di wilayah selatan Lebanon, dekat desa Adchit al Qusayr, Minggu (29/3) malam waktu setempat. Ledakan tersebut juga menyebabkan satu personel lainnya mengalami luka kritis.

(LS/Nusantaraterkini.co)