Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Puluhan Orang Geruduk Bawaslu Sumut, Bawa Kelender Bergambar Edy Rahmayadi

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
ist

NUSANTARATERKINI.CO, MEDAN - Puluhan orang yang menyebut bagian dari relawan dan pendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin) Sumut menggeruduk kantor Bawaslu Sumut, Rabu (21/2/2024). 

Pantauan tribun, puluhan orang tersebut sebagian besar dari kalangan kaum ibu ibu. Mereka hadir membawa potongan kalender bergambar mantan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. 

Pada bagian belakang kalender, para aksi massa menuliskan kata penolakan terhadap hasil pemilu. Seperti tolak pemilu curang, tolak hasil quickcount hingga menyebut KPU curang. 

Baca Juga : Usulan KPK Batasi Uang Tunai Saat Pemilu, Pakar: Jangan Sekadar Wacana

Dalam orasinya para pendukung menyatakan penolakan terhadap hasil pemilihan umum 2024.

"Tolak pemilihan umum 2024 yang curang. Hanya karena kekuasaan mereka melakukan kecurangan. Tolak pemilihan umum curang," teriak para pendemo. 

Selain menyebut pemilu yang curang, para aksi massa juga meminta agar Bawaslu melarang hasil quickcount untuk dipublikasikan karena merupakan pesanan dari calon tertentu. 

Baca Juga : Pilkada Tak Langsung Dinilai Curi Kedaulatan Rakyat, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa

"Kami minta Bawaslu itu hasil quickcount dihapus saja, karena belum lagi pemilu hasilnya sudah ada. Itu hasil pesanan paslon tertentu," teriak pendemo. 

Saat yang sama, beberapa perwakilan tim hukum Amin bertemu dengan perwakilan komisioner Bawaslu. 

Mereka membawa dokumen yang disebut merupakan data terkait kecurangan pemilu yang akan disampaikan ke Bawaslu Sumut. 

Baca Juga : Sidang Lanjutan Sengketa Pilkada Sumut Digelar 22 Januari, Bobby-Surya, KPU dan Bawaslu Sumut akan Dihadirkan

Ketua Bawaslu Minta Masyarakat Serahkan Laporan

Sementara itu Ketua Bawaslu Sumut Aswin Diapari Lubis tampak menemui para pendemo. Aswin mengatakan, Bawaslu Sumut telah melakukan pengawasan terhadap proses pemilu yang berlangsung. 

Aswin pun terlihat meyakinkan para pendemo bahwa pihaknya bekerja sesuai dengan aturan yang ada. 

Baca Juga : Terima Salinan Berkas Gugatan Pilkada, Bawaslu Sumut Siapkan Keterangan Tertulis untuk MK

"Kami selalu melakukan pengawasan terhadap pemilu ini. Jika bapak bapak ibu ibu ada temuan kecurangan bisa dilaporkan ke Bawaslu biar kami tindaklanjuti," kata Aswin. 

Usai diterima Bawaslu, puluhan pendemo kemudian membubarkan diri. 

(*/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban

Sumber: Tribun Medan