Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Lurah Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terlibat adu jotos dengan warga pada pertemuan membahas penerima bantuan jaminan hidup dan bantuan stimulan bagi korban bencana alam 25 November 2025 lalu.
Akibat kejadian tersebut, warga yang marah kemudian menyegel gedung kantor camat dan disusul dengan aksi saling lapor antara lurah dan warga.
Baca Juga : Oktavia Pasaribu Keluhkan Berkas Kematian Ibunya Tidak Ditemukan di Dinas Sosial
Kericuhan ini bermula, saat Lurah Kelurahan Padang Masiang, Hendra Hutauruk terlibat adu mulut dengan Ketua DPRD Kabupaten Tapteng, Ahmad Rivai dalam perkara bantuan jaminan hidup dan bantuan stimulan korban bencana alam.
Baca Juga : Famoni Gulo Prapid Polres Tapteng dan Polda Sumut, Soroti Mandeknya Kasus Pengeroyokan
Situasi pun memanas saat lurah tersebut memukul meja, sehingga memicu emosi warga yang berada di aula kantor camat tersebut.
Warga yang geram terhadap tindakan lurah langsung berdiri, sehingga aksi saling pukul tidak terhindar..
Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng
Akibat peristiwa itu, warga pun menyegel Kantor Camat Kecamatan Barus, dengan cara menyusun kursi dan meja di pintu masuk. Lalu, kedua pihak pun kemudian saling lapor ke polisi.
Baca Juga : Momen Langka! Ketua DPRD dan Bupati Tapteng Duduk Berdampingan di Acara Paskah GAMKI
Warga bernama Ruddin dan Dodi mengatakan, usai aksi saling lapor dilayangkan ke Mapolres Tapteng, lurah tersebut pun dilarikan ke rumah sakit akibat pingsan pada saat dimintai keterangan terkait perkara ini.
"Tadi pak lurah itu dengan saudaranya itu diperiksa di ruangan terbuka dan dilanjutkan ke ruangan tertutup, pada saat diperiksa di ruangan tertutup yang bersangkutan pingsan katanya," ujar keduanya saat ditemui wartawan, Senin (27/4/2026) malam.
Baca Juga : Hujan Deras Guyur Tapteng: Sejumlah Wilayah Kebanjiran, BPBD Pastikan Korban Nihil
Sementara itu, Camat Kecamatan Barus, Sanggam Panggabean mengaku sangat menyesalkan aksi tidak terpuji tersebut. Dia menceritakan, kejadian ini berawal dari adanya kesalahpahaman antara lurah dan Ketua DPRD Kabupaten Tapteng.
Baca Juga : Kisah Nasruddin: Lansia Tapteng Bangkit Buka Kedai Kopi Usai Rumah Hanyut Diterjang Banjir
Untuk itu, Sanggam meminta agar warga bersabar lantaran pihaknya masih melakukan pendataan terhadap warga untuk selanjutnya diajukan ke pemerintah pusat untuk segera dicairkan.
"Kalau saya lihat ini kurang komunikasi antara ketua DPRD dan lurah, mungkin juga efek begadang lantaran kita kerja kemarin sampai jam 3 pagi mempersiapkan data ini, mungkin kurang tidur dan emosi. Yang jelasnya adalah komunikasi yang kurang pas antara keduanya," sebutnya.
Untuk itu Sanggam menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, karena kejadian yang tidak selayaknya dipertontonkan itu terjadi.
"Saat ini sudah kita tugaskan petugas di sana untuk menerima masyarakat yang menuntut masalah jadup ini. Kami juga meminta agar warga bersabar, kami yakinkan semua terdaftar dan tidak ada yang ditinggalkan," tandasnya.
Diketahui, saat ini, kasus ini tengah ditangani oleh Polres Tapteng, meski belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan kasus tersebut.
(Tim/nusantaraterkini.co)
