Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Siswi SMP di Palembang Tewas Usai Minum Jamu: Berawal dari Tantangan Kakak Ipar

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi jenazah. Foto: Shutterstock

nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Seorang siswi SMP di Palembang, berinisial ANF (13), ditemukan tewas di belakang lemari rumahnya, di Jalan Panca Usaha, Lorong Wakaf IV, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Jakabaring, pada Rabu (17/12/2024).

Diduga korban tewas usai meminum jamu yang diberikan oleh kakak iparnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Asmawati (57), setelah sebelumnya sempat mencarinya sepulang dari masjid. 

Baca Juga : Dua Hari Hilang di Sungai Komering, Siswi SMP di OKU Timur Ditemukan Meninggal Dunia

Menurut Asmawati, anaknya diduga diiming-imingi uang sebesar Rp 300.000 oleh kakak iparnya, RK (19), untuk mengikuti tantangan meminum jamu yang jenisnya belum diketahui, dengan syarat tidak muntah.

"Karena tergiur, dia meminum jamu itu tanpa tahu apa isinya," ujar Asmawati dikutip kumparan, Jumat (20/12/2024).

Setelah tidak menemukan AND di rumah maupun di sekitar lingkungan, Asmawati menerima pesan singkat dari RK yang mengungkapkan bahwa AND telah meninggal dunia dan jasadnya berada di belakang lemari.

Baca Juga : Siswi SMP Dijebak dan Dianiaya Teman Sendiri Gegara Dituding Sebar Informasi Warkop Miras

"Kami langsung cek, dan memang benar anak saya ada di sana, sudah meninggal," ungkapnya dengan sedih.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Suggihartono, membenarkan penangkapan RK yang diduga terlibat dalam kematian korban. RK ditangkap saat bersembunyi di sebuah penginapan di Palembang.

"Terduga pelaku berstatus kakak ipar korban. Setelah mengetahui korban meninggal, pelaku sempat bertemu keluarga korban sebelum akhirnya melarikan diri. Kami amankan setelah pengejaran," jelas Kombes Harryo.

Baca Juga : Satu Korban Laka Maut Bus ALS Terancam Amputasi Jari

Saat ini, polisi masih mendalami motif dan penyebab pasti kematian korban.

"Belum bisa dipastikan pelaku adalah penyebab langsung kematian korban. Kami masih mengumpulkan alat bukti dan menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Palembang," tambahnya.

Menurut Kombes Harryo, berdasarkan hasil awal penyelidikan, korban tidak mengalami luka fisik yang menjadi penyebab kematian. Namun, ada dugaan kandungan zat tertentu dalam tubuh korban yang berasal dari jamu yang diminumnya.

Baca Juga : Hanya Tersisa Puing, Korban Kebakaran 1 Ilir Harapkan Bantuan Pemerintah

"Kematian korban bukan disebabkan oleh luka-luka. Namun ada zat yang dikonsumsi korban, yang saat ini sedang kami dalami," jelasnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).