Nusantaraterkini.co, PALEMBANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan menyapaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Kemas Halim Ali, terdakwa dalam perkara dugaan kasus korupsi pengadaan lahan jalan tol Betung-Tempino-Jambi. Pihak kejaksaan menerima informasi wafatnya almarhum melalui tim penasihat hukum terdakwa, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 14.25 WIB.
Kabar ini muncul di tengah jadwal persidangan perkara dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut yang terpaksa ditunda lantaran kondisi kesehatan almarhum yang memburuk.
Kasi Penkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari menyampaikan secara kelembagaan pihaknya turut berduka cita atas berpulangnya Haji Halim Ali. Meski masih menunggu dokumen medis resmi, koordinasi dengan pihak-pihak terkait terus dilakukan.
Baca Juga : Korupsi APD Covid-19, Alwi Dituntut 20 Tahun Penjara
"Atas nama institusi mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga almarhum diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ujar Vanny, Kamis (22/1/2026).
Mengenai kelanjutan proses hukum di pengadilan, Vanny menegaskan bahwa tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan segera melaporkan situasi ini kepada pimpinan untuk menentukan langkah yuridis selanjutnya.
"Terkait proses hukum lebih lanjut belum bisa kami sampaikan. Kami segera melaporkan hal ini kepada pimpinan. Mengingat kondisi sekarang masih dalam suasana duka, akan kami sampaikan pada kesempatan selanjutnya," jelasnya.
Berdasarkan keterangan medis dari RSUD Siti Fatimah Az-Zahra, kesehatan almarhum diketahui menurun drastis sejak Rabu (21/1/2026) dini hari akibat komplikasi penyakit.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Ali Ghanie mengungkapkan jika almarhum sempat kritis dan menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Cardiology Care Unit (ICCU).
Baca Juga : Sandra Dewi Siapkan Dokumen Penting dalam Menghadapi Sidang Korupsi Harvey Moeis
"Bapak H Halim kritis sejak Rabu dini hari. Sempat dibawa ke CVCU (unit perawatan jantung) dan masuk kembali ke ICCU untuk perawatan yang lebih intensif," ungkap dr Ali Ghanie.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
