Nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN - Balai Pelestarian Warisan Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara (Sumut) menggelar sosialisasi pelestarian kebudayaan Batak.
Dengan mengusung tema" Workshop Pelestarian Adat Batak (Mangalehen Horja dan Mangalehen Ulos)" kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMK Negeri 3, Jalan BM Muda, Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Minggu (27/7/2025) lalu.
Ketua Panitia Workshorp Pelestarian Adat Batak, Ali Mukmin Simamora mengatakan, pelestarian budaya Batak merupakan salah satu langkah konkret untuk melestarikan kebudayaan di Kota Padangsidimpuan.
Baca Juga : Jadi Tulang Punggung Wisata Indonesia, DPR Desak Pengembangan Wisata Budaya Berbasis Desa
Dia berpendapat zaman modern dengan kecanggihan teknologi membuat budaya sangat rentan pada kepunahan tetapi bisa juga menjadi alat untuk memperkenalkannya pada dunia.
"Di balik kecanggihan teknologi sekarang kita bisa memperkenalkan warisan budaya yang kita miliki kepada dunia," ujarnya kepada awak media, Minggu (3/8/2025)
Dia berharap, tradisi Batak bisa tetap hidup di tengah tantangan modernisasi tanpa kehilangan makna aslinya.
Ali mengatakan tujuan kegiatan tersebut untuk melestarikan budaya Batak, meningkatkan pemahaman masyarakat terutama generasi muda tentang makna filosofis, struktur sosial dan tata cara pelaksanaan adat Batak yang benar dan memberikan pelatihan praktis kepada peserta mengenai penyelenggaraan upacara adat batak.
Baca Juga : Asesor UNESCO Sebut Samosir sebagai Kawasan Spesial Kombinasi Warisan Budaya dan Geologi
Termasuk simulasi peran dalam prosesi horja dan teknik pemberian ulos sesuai adat di wilayah Tabagsel khusunya di kota Padangsidimpuan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas kultural dengan memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam adat Batak seperti gotong royong, hormat terhadap orang tua, serta keterikatan kekeluargaan.
"Pelestarian Warisan Budaya Lokal Workshop ini menjadi sarana pelestarian budaya Batak, khususnya dalam mempertahankan nilai-nilai adat yang tergerus oleh modernisasi dan globalisasi," tandasnya.
(Ron/Nusantaraterkini.co)
