Nusantaraterkini.co, NEW YORK CITY - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (3/3/2026) mengatakan, Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal tanker melewati Selat Hormuz jika diperlukan.
"Jika diperlukan, Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal tanker melewati Selat Hormuz, sesegera mungkin," kata Trump dalam unggahannya di media sosial.
Baca Juga : Iran Ajukan Draf Damai ke AS: Tuntut Cabut Blokade Laut dan Sanksi Minyak dalam 30 Hari
Trump mengatakan, dia telah memerintahkan International Development Finance Corporation (DFC) AS untuk menyediakan apa yang disebut sebagai asuransi dan jaminan risiko politik bagi perdagangan maritim, terutama energi, yang melewati Teluk.
Baca Juga : Trump Sebut Respons Iran Terhadap Proposal Damai AS Tidak Dapat Diterima
Terletak di antara Teluk (Persia) dan Teluk Oman, Selat Hormuz berfungsi sebagai satu-satunya jalur laut dari Teluk (Persia) ke laut lepas, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu titik paling vital secara strategis di dunia.
Media Iran melaporkan, Korps Garda Revolusi Islam Iran telah menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal, menyatakan bahwa jalur air vital untuk minyak dan gas tersebut tidak aman akibat serangan AS dan Israel.
Baca Juga : Dampak Perang di Selat Hormuz Tekan Omset Pedagang Grosiran
Pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat, serangan udara AS-Israel terhadap Iran menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, beserta beberapa anggota keluarganya, komandan militer senior, dan warga sipil.
Baca Juga : Militer Israel Klaim Tewaskan Komandan Pasukan Radwan Hizbullah Malek Balout di Beirut
Iran membalas dengan serangkaian gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.
(Xinhua/nusantaraterkini.co)
