Nusantaraterkini.co - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menanggapi pernyataan Tom Lembong yang mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dengan penurunan harga nikel. Bahlil lantas menuding Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong mengalami halusinasi sehingga banyak bermimpi.
Tom Lembong mengatakan, penurunan harga nikel berpotensi mengancam tambang dunia. Komentar Tom Lembong merupakan tanggapan atas pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang mengaku tak khawatir soal tutupnya pabrik nikel dunia.
"Ngapain mau tanggapi Tom Lembong, ngapain. Saya nggak mau tanggapi lah, saya mau menanggapi hal yang real-real aja. Kalau yang halusinasi itu saya tidak mau menanggapi orang terlalu banyak mimpi," kata Bahlil saat ditemui usai mencoblos di TPS 4 Duren Tiga, Jakarta Selatan, dilansir dari Detikcom, Rabu, (14/2/2024).
Baca Juga : Krisis Energi Global, DPR Soroti Keberhasilan Pemerintah Tahan Harga BBM
Dibanding merespons pendapat atau peringatan dari Tom Lembong terkait jatuhnya harga nikel, Bahlil lebih memilih untuk fokus menanggapi masalah yang dianggapnya sebagai hal yang konkret dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau realitas, daripada memperdulikan tanggapan yang dianggapnya tidak relevan atau tidak penting.
Sebelumnya, Luhut menilai tidak masalah bila tambang dunia yang terancam tutup, selama kondisi di Indonesia tidak demikian. Terkait ini Tom Lembong memperingatkan Luhut untuk berhati-hati dalam berbicara.
Tom Lembong menilai, penurunan harga nikel masih akan terus berlanjut, dan ada kemungkinan harga nikel terus melemah sampai tahun depan, atau bahkan mungkin dua tahun berikutnya. Oleh karena itu, ia mewanti-wanti Luhut agar menjaga bicara, mengingat kondisi ini masih awalan. Menurutnya, kondisi ini akan berimbas ke industri smelter manapun termasuk mengancam tambang nikel di Indonesia.
Baca Juga : Minyak Rusia Segera Masuk Indonesia, Bahlil Lahadalia Tekankan Prioritas Ketahanan Energi
(Ann/Nusantaraterkini.co)
