Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ingatkan Agar Diurus secara Baik, Pengamat Khawatir Koperasi Desa Merah Putih akan Sia-sia

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pengamat Koperasi, Dewi Tenty Septi Artiany. (Foto: Istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pengamat Koperasi, Dewi Tenty Septi Artiany mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang akan dihadirkan di 70 ribu desa seluruh Indonesia.

Menurutntnya, jika pemerintah tidak mengelola dengan baik maka program tersebut bakal sia-sia.

"Karena biasanya yang sudah sudah seperti itu saja, seperti angin pada saat berhembus ada kemudian hilang. Nah, jangan sampai nanti 70 ribu ada pada saat pemerintahnya tidak mengurus koperasi ini secara baik," ucap Dewi, Jumat (28/2/2025).

Baca Juga: Sambut Baik Koperasi Merah Putih, Sultan: Agar Desa Menjadi Produktif dan Mandiri

Dewi menambahkan koperasi yang dibentuk pemerintah cenderung tidak berjalan dengan baik, dibandingkan dengan koperasi yang berkembang dari bawah, yaitu inisiatif masyarakat itu sendiri.

Dia turut mengkritik kebijakan pemerintah yang selama ini hanya fokus pada jumlah koperasi, tanpa memperhatikan pemetaan mana koperasi yang masih bisa dikembangkan.

Selain itu, Dewi juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terkait koperasi, terutama generasi muda dan harus adanya model bisnis yang jelas agar koperasi tersebut dapat menggerakan perekonomian rakyat.

Dia juga mengingatkan pentingnya kejelasan dalam struktur permodalan.

"Nanti ada middle man lagi ya seperti dulu misalnya di Bumdes kan dikasih tuh melalui kepala desa kepala desa, akhirnya ya kan ada konsentrasi modal modal di orang orang tertentu seperti itu," ujarnya.

Terlepas dari itu, Dewi menyebut, meskipun mendukung rencana pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai pusat perekonomian masyarakat. Ia mengingatkan agar program ini tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga ada kualitas.

Bakal Untungkan Petani

Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR Arisal Aziz menilai kehadiran Koperasi Merah Putih akan ‘menguntungkan’ petani. Politisi Partai PAN ini melihat Koperasi Merah Putih sebagai peluang emas bagi petani untuk meraih permodalan yang selama ini jamak menjadi masalah di kelompok petani, terutama petani kecil.

“Seperti yang kita ketahui, masalah utama petani kita terutama petani kecil yaitu di permodalan. Petani kecil seringkali memiliki modal yang terbatas untuk membiayai kegiatan usahanya, seperti pengolahan lahan, pembelian bibit, pupuk, pestisida, dan alat pertanian. Keterbatasan modal ini dapat menghambat petani untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahanya,” ujarnya.

“Nah, dengan kehadiran Koperasi Merah Putih ini, saya melihat ada harapan baru bagi petani. Jika program ini benar-benar jalan nantinya, petani akan bisa dibantu terutama mengatasi masalah permodalan. Sehingganya ke depan petani-petani kita akan bisa bersaing dan meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

Merujuk data BPS, luas lahan pertanian Indonesia berkisar 10, 66 juta hektar. Luas tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan luas lahan potesial Indonesia yang mencapai 95, 90 juta hektar dari total 191,09 juta ha luas daratan Indonesia.

“Berdasarkan data, masih banyak lahan pertanian yang belum tergarap. Hal itu juga dimungkinkan karena keterbatasan permodalan tadi. Lewat Koperasi Merah Putih nantinya permodalan untuk penggarapan lahan itu bisa teratasi. Lebih jauh ini bisa singkron dengan program swasembada pangan pemerintah,” imbuh Arisal.

Owner Indah Group ini juga berharap, kolaborasi dari Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Sulaiman, dan tentunya Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dapat benar-benar membantu dan memberdayakan petani. Pada akhirnya program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo bisa terwujud dalam waktu dekat.

“Kami mengapresiasi ide brilian dari pemerintah. Terlihat adanya relevansi antara Program Swasembada Pangan, Makan Bergizi Gratis, dan Pencanagan Koperasi Merah Putih. Tentunya kita berharap hal tersebut benar-benar bisa terwujud, sehingga keberadaan dan fungsi petani akan semakin dikuatkan di negara ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Sebelumnya, Pemerintah menetapkan kebijakan membentuk Koperasi Desa Merah Putih (Kop Des Merah Putih), yang akan dibangun di 70 hingga 80 ribu desa di seluruh Indonesia.

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa dalam implementasinya, Kop Des Merah Putih akan dikembangkan melalui tiga pendekatan utama.

Baca Juga: MPR Sesalkan Dugaan Penghinaan Ulama di Sulawesi Tengah

Yakni membangun koperasi baru, merevitalisasi koperasi yang sudah ada, atau membangun dan mengembangkan.

"Karena ada 64 ribu gapoktan yang siap bermigrasi menjadi koperasi. Jadi modelling-nya nanti seperti itu. Tinggal nanti kita lihat kondisi koperasi di desa-desa," kata Budi Arie.

"Yang pasti dengan pembentukan koperasi desa merah putih ini, ini akan memutus mata rantai distribusi barang yang efeknya merugikan ke konsumen maupun ke produsen. Supaya bisa lebih murah harga di masyarakat," imbuhnya.

Sekedar informasi, Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan diluncurkan pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Indonesia.

(cw1/nusantaraterkini.co)