Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi ke Iran Demi Stabilitas Timur Tengah

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Warga mengikuti pawai massal untuk memperingati Hari Quds Internasional di Teheran, ibu kota Iran, pada 13 Maret 2026. (Foto: Xinhua)

Nusantaraterkini.co, MOSCOW - Moskow menyerukan penghentian segera pertempuran yang dipicu oleh agresi tanpa provokasi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Hal ini disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia dalam pernyataan terkait perkembangan situasi di kawasan Teluk Persia, pada Kamis (19/3/2026). 

Baca Juga : Diplomasi Memanas, Menlu Iran Temui Putin Bahas Gencatan Senjata dengan AS dan Israel

Kementerian tersebut mengatakan, Moskow secara konsisten mengadvokasi dan perlunya menciptakan kondisi yang mendukung koeksistensi antartentangga yang damai dan aman antara negara-negara Arab yang bersahabat dan Iran.

Baca Juga : Prabowo Subianto Pulang dari Rusia-Prancis, RI Dapat Pasokan Minyak

"Kami menekankan bahwa yang harus menjadi langkah pertama di jalur ini adalah penghentian segera petualangan militer yang dilakukan oleh AS dan Israel," menurut pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, Kementerian tersebut menegaskan kembali kesiapan Rusia untuk memfasilitasi penyelesaian konflik dan pencarian solusi atas perselisihan yang terjadi melalui jalur politik serta diplomatik, guna mencapai stabilitas berkelanjutan jangka panjang di kawasan tersebut, dengan tetap mempertimbangkan kepentingan seluruh negara yang berlokasi di sana.

Baca Juga : Iran Ajukan Draf Damai ke AS: Tuntut Cabut Blokade Laut dan Sanksi Minyak dalam 30 Hari

"Kami siap untuk terus memberikan bantuan konstruktif dalam menyelesaikan konflik dan mengatasi kontradiksi yang ada di Timur Tengah melalui jalur politik dan diplomatik," imbuh kementerian itu.

Baca Juga : Trump Sebut Respons Iran Terhadap Proposal Damai AS Tidak Dapat Diterima

"Termasuk menciptakan kondisi yang mendukung upaya bersama guna mencapai penyelesaian yang berkelanjutan berdasarkan penyeimbangan kepentingan sah semua negara di kawasan tersebut," sambungnya. 

(*/nusantaraterkini.co) 

Baca Juga : Militer Israel Klaim Tewaskan Komandan Pasukan Radwan Hizbullah Malek Balout di Beirut

Sumber: Xinhua