Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Wali Kota Palembang Targetkan PLTSa Keramasan Mampu Pangkas 30 Persen Sampah Palembang

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Potret tumpukan sampah di bahu jalan di Jalan Musi Raya, Perumnas, Sako, Palembang yang mulai mengganggu pengguna jalan dan estetika kota, Senin (23/2/2026). (foto: tia/nusataraterkini.co)

Nusantaraterkini.coPALEMBANGPemerintah Kota Palembang menargetkan pengurangan volume sampah hingga 30 persen melalui proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Keramasan. PLTSa ini diproyeksikan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik sebesar 20 megawatt (MW).

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa menyampaikan jika fasilitas ini akan menjadi tulang punggung pengelolaan limbah perkotaan guna menekan tumpukan sampah harian yang saat ini mencapai 1.200 ton. Dengan sistem pembakaran suhu tinggi, proyek ini diharapkan tidak hanya mengatasi krisis lahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga menekan emisi gas metana yang berbahaya bagi lingkungan.

Baca Juga : Satu Korban Laka Maut Bus ALS Terancam Amputasi Jari

"Produksi sampah kita saat ini berkisar 1.200 ton per hari. Artinya, PLTSa ini akan berperan besar dalam menekan volume sampah secara signifikan, bahkan hingga 80 persen volume yang masuk fasilitas," ujar Ratu Dewa, Senin (23/2/2026).

Baca Juga : Hanya Tersisa Puing, Korban Kebakaran 1 Ilir Harapkan Bantuan Pemerintah

Meskipun teknologi pengolahan sudah siap, Dewa mengakui adanya tantangan besar pada sistem distribusi. Saat ini, Palembang masih kekurangan sekitar 60 unit armada pengangkut sampah dari total 220 unit yang dibutuhkan untuk mendukung operasional optimal PLTSa yang bekerja selama 24 jam penuh.

"Kita perlu peremajaan kendaraan tua dan pengadaan armada baru agar sistem distribusi sampah benar-benar efektif dan efisien. Manajemen pengelolaan sampah ke depan harus berbasis data yang akurat," imbuhnya.

Baca Juga : Gubernur Sumsel Minta Pompa Terintegrasi CCTV di Setiap Titik Banjir, Pantau Level Air Real-Time

Ia menyebut kecanggihan teknologi PLTSa harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah melalui program 3R dan penguatan bank sampah di tiap kelurahan.

Baca Juga : Beredar Isu Lima Oknum Dishub Palembang Dipecat, Ratu Dewa: Belum, Masih Tunggu Hasil BAP

"Tanpa partisipasi warga, proyek sebesar apa pun tidak akan berjalan maksimal. Kami mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar bank sampah yang sudah ada di 96 kelurahan dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus solusi hulu pengelolaan sampah kita," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Akhmad Mustain menjelaskan teknis pengolahan di mana sampah akan ditampung di bunker selama tujuh hari sebelum diproses melalui sistem combustion. Dari total 20 MW listrik yang dihasilkan, sebanyak 17,7 MW direncanakan akan disalurkan langsung ke jaringan PLN untuk memperkuat pasokan energi kota.

Baca Juga : Pemkot Palembang Percepat Syarat Administrasi Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III

"Kita berharap ini dapat memperkuat backbone listrik Palembang yang seiring pertumbuhannya membutuhkan tambahan pasokan energi. Melalui PLTSa ini, sebagian besar sampah dapat diolah menjadi energi listrik sehingga mengurangi beban TPA secara drastis," pungkasnya.

Baca Juga : Uji Coba Lanjutan CFD Palembang Digelar 3 Mei, Pemkot Pangkas Durasi dan Perketat Penjagaan PKL

(Tia/Nusantaraterkini.co)