Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Rieke Desak Pengusutan Tuntas Teror terhadap Aktivis KontraS

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Rieke Diah Pitaloka disela-sela Raker Komisi XIII DPR (foto:istimewa)

Nusantaraterkini.coJAKARTA — Anggota Komisi XIII DPR, Rieke Diah Pitaloka, melontarkan pernyataan keras terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM sekaligus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Rieke menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak boleh gagal mengungkap aktor intelektual di balik serangan brutal tersebut, terlebih di tengah klaim kecanggihan teknologi penyelidikan yang dimiliki kepolisian.

Baca Juga : Guru Honorer Diisukan Terancam PHK, Rieke Diah Pitaloka Minta Pemerintah Bertindak

Ia mengapresiasi instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus itu. Namun, ia juga memberi peringatan tegas: jika bukti visual seperti rekaman CCTV sudah jelas tetapi dalang sebenarnya tetap tak tersentuh, maka publik berhak mempertanyakan integritas proses penegakan hukum.

Baca Juga : Rieke Pitaloka: Kecelakaan Kereta Tak Cukup Dievaluasi, Sistem Harus Dirombak

“CCTV jelas, teknologi kepolisian juga sudah canggih. Kalau sampai tidak terungkap siapa dalang sesungguhnya, berarti ada titik-titik yang patut dipertanyakan,” kata Rieke, Senin (16/3/2026).

Bagi Rieke, serangan terhadap pembela HAM bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi yang berbahaya bagi demokrasi, sekaligus sinyal kemunduran dalam perlindungan terhadap aktivisme sipil.

Baca Juga : Puspom TNI Limpahkan Berkas dan Empat Tersangka Penganiayaan Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus

Politisi yang dikenal vokal itu juga menyinggung situasi sosial-ekonomi nasional yang sedang berada dalam fase “pancaroba”. Dalam kondisi demikian, ia mengingatkan agar bangsa ini tidak kembali terjebak dalam pola lama politik pecah-belah atau divide et impera yang kerap digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan utama.

Baca Juga : DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Air Keras Usai Maraknya Teror Penyiraman

“Bangsa ini sedang menghadapi tekanan sosial dan ekonomi. Jangan sampai energi rakyat dipecah dengan konflik yang sengaja dipantik,” ujarnya.

Rieke bahkan menyebut aksi penyiraman air keras terhadap Andrie sebagai tindakan “biadab dan keji” yang tidak memiliki legitimasi moral apa pun, terlepas dari motif politik di baliknya.

Baca Juga : DPR: Usut Tuntas Teror Air Keras, Jangan Berhenti di Pelaku Lapangan

“Apa pun target politikmu dan siapa pun tuanmu, aksi kekerasan kalian biadab. Ingat, kalian juga punya keluarga. Kalau pun hukum positif tumpul, hukum langit pasti tiba,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan publik pada kasus Ermanto Usman yang sempat menuai kontroversi terkait narasi motif ekonomi yang cepat disimpulkan, sementara banyak pihak menilai kebenaran substantifnya belum sepenuhnya terungkap.

Menurut Rieke, pengalaman-pengalaman seperti itu tidak boleh kembali terulang. Negara, kata dia, harus menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap korban dan terhadap prinsip keadilan.

Di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi yang semakin keras, Rieke juga mengingatkan kemungkinan adanya “pemain tak kasat mata” yang berusaha memanipulasi situasi demi kepentingan kekuasaan.

“Segitunya syahwat kekuasaan bekerja?” ujarnya dengan nada tajam.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memastikan institusinya akan menjalankan instruksi Presiden secara profesional dan transparan. Ia menyebut penyelidikan akan mengedepankan pendekatan scientific crime investigation untuk memastikan setiap bukti diuji secara objektif.

Namun bagi Rieke, komitmen tersebut harus dibuktikan dengan hasil nyata mengungkap pelaku lapangan sekaligus aktor intelektual yang berada di balik serangan.

“Serangan terhadap pejuang HAM bukan sekadar tindak kriminal. Ini ancaman terhadap demokrasi dan kemanusiaan,” pungkasnya.

 (LS/Nusantaraterkini.co)